BOLMUT — Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Bolaang Mongondow Utara kewalahan menghadapi lonjakan kebakaran lahan yang terjadi hampir setiap hari. Sepanjang tiga bulan terakhir, tercatat 25 kali kejadian karhutla yang telah ditangani, dengan frekuensi terpadat terjadi pada awal Agustus 2026.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Bolmut, Salim Eato, menyampaikan data tersebut saat dikonfirmasi pada Senin (24/8). Menurutnya, angka itu merupakan akumulasi kejadian sejak akhir Mei 2026.
Jarak Tempuh Jauh dan Sumber Air Minim
Salim membeberkan sejumlah kendala yang kerap menghambat proses pemadaman di lapangan. Pertama, jarak tempuh menuju lokasi kebakaran yang jauh, terutama di wilayah kecamatan terpencil.
"Keterbatasan armada yang hanya satu unit melayani di beberapa kejadian kebakaran di wilayah Kecamatan," ujarnya.
Selain armada, jumlah personel siaga juga dinilai belum memadai. Persoalan klasik lainnya adalah sulitnya akses sumber air saat proses pemadaman berlangsung.
"Yang harusnya masing-masing wilayah sudah tersedia fire hidrant," katanya menegaskan.
Damkar Juga Layani Distribusi Air Bersih
Di tengah padatnya penanganan karhutla, Damkar Bolmut tetap menjalankan tugas sosial kemanusiaan. Pada hari yang sama, Senin (24/8), petugas menyalurkan air bersih ke Desa Inomunga Utara dan Desa Solo, Kecamatan Kaidipang.
Sebanyak 4.000 liter air bersih didistribusikan ke dua desa tersebut untuk memenuhi kebutuhan warga. Bantuan ini merupakan respons atas kesulitan air yang dihadapi masyarakat setempat.
Selain air bersih, Damkar Bolmut juga turut menyalurkan bantuan 20 galon air minum untuk mendukung kebutuhan harian warga di lokasi terdampak.
Potensi Karhutla Masih Tinggi
Dengan kondisi cuaca yang masih kering, potensi kebakaran lahan di Bolmut dinilai masih tinggi. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat risiko meluasnya api sangat besar.
Keterbatasan sarana dan prasarana yang ada menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Bolmut. Penambahan armada dan personel dinilai mendesak untuk mempercepat respons terhadap laporan kebakaran yang masuk.