MANADO — Rangkaian upacara Pengibaran dan Penurunan Bendera Sang Merah Putih di wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo berlangsung tanpa gangguan pasokan listrik. PLN UID Suluttenggo mencatat tidak ada kedipan (zero downtime) di lokasi-lokasi strategis penyelenggaraan acara puncak HUT Ke-81 RI.
Usman Bangun menjelaskan pengawalan dilakukan secara intensif tidak hanya di tempat upacara, tetapi juga di pusat keramaian dan fasilitas publik lainnya. "Kami bersyukur seluruh rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di wilayah kerja PLN UID Suluttenggo berlangsung khidmat, lancar dan terang benderang," ujarnya di Manado, Rabu.
Skema Pengamanan Berlapis dan Peralatan Siaga
Untuk mengantisipasi potensi gangguan, PLN menerapkan skema pengamanan listrik berlapis (multi-layer protection). Ribuan personel diterjunkan bersiaga 24 jam di lapangan selama periode perayaan.
Sejumlah peralatan pendukung juga disiagakan di titik-titik krusial. Mulai dari Uninterruptible Power Supply (UPS), Unit Gardu Bergerak (UGB), Unit Kabel Bergerak (UKB), hingga Unit Kabel dan Kubikel Bergerak (UKKB) serta genset cadangan.
"Dedikasi para petugas teknis yang bersiaga 24 jam di lapangan menjadi kunci utama kesuksesan pengawalan kelistrikan ini," tambah Usman.
Komitmen Layani Masyarakat Suluttenggo
Keberhasilan pengawalan ini dinilai sebagai bentuk komitmen PLN dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat serta pemerintah daerah. Usman menegaskan pihaknya berkomitmen terus memberikan pelayanan kelistrikan terbaik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan, PLN UID Suluttenggo memastikan sistem jaringan kelistrikan di tiga provinsi tetap dalam kondisi aman dan andal. Daya pasok listrik dipastikan memadai untuk kebutuhan masyarakat sehari-hari pasca-libur perayaan kemerdekaan.