KOTAMOBAGU — Rombongan yang dipimpin Standius Bara Prima memulai rangkaian takziah dari Kecamatan Kotamobagu Utara. Dua rumah duka pertama yang disambangi berada di Kelurahan Upai dan Desa Pontodon, menyusul dua korban meninggal dunia yang berasal dari wilayah tersebut.
Dalam kunjungan itu, Standius tampak didampingi Wakil Wali Kota Kotamobagu Rendy Virgiawan Mangkat, anggota DPRD Sulawesi Utara Dhea Lumenta, serta Ketua Panitia Drag Race-Drag Bike Lucky Sugeha. Asisten I Pemkot Kotamobagu Sahaya Mokoginta turut bergabung dalam rombongan.
Silaturahmi di Tengah Duka Keluarga Korban
Di Desa Pontodon, rombongan disambut langsung oleh Sangadi Mulyono Mokodompit bersama keluarga korban. Standius sempat duduk dan berbincang dengan keluarga dalam suasana duka yang masih menyelimuti kediaman tersebut.
Standius menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya sejumlah warga dalam musibah yang terjadi pada Minggu (9/8/2026) itu. Ia menegaskan bahwa kehadirannya merupakan bentuk solidaritas dan empati terhadap keluarga yang kehilangan.
Kunjungan ke Rumah Sakit dan Lanjutan Takziah
Sebelum menuju Kotamobagu, Standius lebih dulu singgah di Manado untuk menjenguk sejumlah korban luka yang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Ia baru tiba di Kotamobagu menjelang subuh sebelum memulai rangkaian kunjungan ke rumah keluarga korban.
Hingga Kamis siang, agenda takziah masih berlanjut ke sejumlah keluarga korban lainnya, termasuk di Kecamatan Bilalang, Kabupaten Bolaang Mongondow. Proses pemulihan keluarga yang kehilangan anggota akibat kecelakaan tersebut dinilai masih membutuhkan perhatian dari berbagai pihak.
Kronologi Kecelakaan Maut Drag Race
Peristiwa nahas tersebut terjadi di tengah ajang Drag Race-Drag Bike yang digelar di Kotamobagu. Selain menewaskan delapan orang, kecelakaan itu juga menyebabkan sejumlah penonton dan peserta mengalami luka-luka.
Para korban luka dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Kotamobagu dan Manado untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga kini, suasana duka masih terasa di lingkungan keluarga korban, dan rangkaian kunjungan simpati dari berbagai pihak terus berlangsung. (Kon)