SULAWESI UTARA — Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (14/7/2026), jumlah saham treasuri yang masih dalam penguasaan perseroan hingga akhir Juni 2026 mencapai 1,425 miliar lembar. Dengan harga perolehan rata-rata Rp442,96 per saham, nilai totalnya setara Rp631,22 miliar.
Asal-usul Ratusan Miliar Saham Buyback
Saham treasuri ini merupakan hasil program pembelian kembali (buyback) tahap II yang berlangsung dari 10 April 2025 hingga 11 April 2026. Dalam program tersebut, AVIA mengalokasikan dana hingga Rp1 triliun untuk membeli kembali sebanyak-banyaknya 1,42 miliar saham, atau sekitar 2,3 persen dari total saham tercatat di BEI.
Artinya, hampir seluruh alokasi buyback telah terealisasi. Perusahaan produsen cat merek Avian dan No Drop ini tercatat masih memegang seluruh saham yang dibeli kembali dalam program tersebut hingga akhir Juni 2026.
Batas Waktu Pelepasan dan Implikasi Bagi Investor
Regulasi OJK mewajibkan saham treasuri hasil buyback dialihkan kembali ke publik dalam jangka waktu tertentu. Bagi AVIA, tenggat waktu tersebut jatuh pada 30 Juni 2026 — alias tahun ini juga.
Artinya, manajemen AVIA harus segera menentukan strategi pelepasan 1,42 miliar saham tersebut. Opsi yang tersedia antara lain dijual kembali ke pasar melalui transaksi bursa, atau dialihkan dalam bentuk program kepemilikan saham karyawan (ESOP) dan manajemen (MSOP).
Jika saham-saham ini dilepas ke pasar terbuka dalam jumlah besar dalam waktu singkat, hal itu berpotensi menekan harga saham AVIA dalam jangka pendek. Sebaliknya, jika dialihkan secara bertahap atau melalui skema terstruktur, dampaknya bisa lebih terkendali.
Kinerja AVIA dan Daya Tarik Valuasi
AVIA dikenal sebagai emiten dengan fundamental kokoh di sektor konsumer. Perusahaan ini membukukan laba bersih konsisten dan memiliki posisi kas yang kuat. Hingga akhir 2025, kapitalisasi pasar AVIA tercatat di kisaran Rp27 triliun, dengan volume perdagangan harian yang cukup likuid.
Dengan harga perolehan rata-rata buyback Rp442 per saham, valuasi saat ini masih berada di level yang menarik jika dibandingkan dengan rata-rata PE ratio sektor konsumer. Namun, investor perlu mencermati timeline pelepasan saham treasuri sebagai katalis utama pergerakan harga ke depan.
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.