Pencarian

MPLS 2026 di Sulawesi Utara: Mendikdasmen Abdul Mu'ti Larang Perpeloncoan dan Senioritas, Terbitkan Buku Rujukan Ramah

Senin, 13 Juli 2026 • 22:20:52 WIB
MPLS 2026 di Sulawesi Utara: Mendikdasmen Abdul Mu'ti Larang Perpeloncoan dan Senioritas, Terbitkan Buku Rujukan Ramah
Mendikdasmen Abdul Mu'ti meluncurkan program MPLS Ramah 2026 di Sulawesi Utara yang melarang perpeloncoan dan senioritas.

MANADO — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru bebas dari kekerasan fisik, perpeloncoan, dan budaya senioritas. Kebijakan ini resmi dicanangkan melalui program MPLS Ramah 2026 yang berlaku untuk semua jenjang pendidikan.

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menekankan bahwa MPLS merupakan fase krusial bagi siswa baru. "Kami mengajak anak-anakku sekalian untuk menjadikan momentum MPLS sebagai langkah awal menatap masa depan yang gemilang dan mencapai cita-cita yang mulia dalam kehidupan kalian," ujarnya dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Senin.

Isi Buku Rujukan MPLS Ramah 2026

Untuk memastikan pelaksanaan di lapangan berjalan sesuai aturan, Kemendikdasmen telah menerbitkan Buku Rujukan MPLS Ramah 2026. Buku ini memuat berbagai contoh kegiatan adaptif yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan spesifik setiap sekolah, termasuk di daerah-daerah di Sulawesi Utara.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menambahkan bahwa MPLS harus menjadi ruang penguatan proses adaptasi. Adaptasi dilakukan melalui pendampingan guru yang ramah serta peran kakak kelas yang bersahabat, bukan menakut-nakuti.

Larangan Senioritas dan Prinsip Inklusivitas

Mendikdasmen Abdul Mu'ti secara tegas mengingatkan bahwa pelaksanaan MPLS tidak boleh diwarnai praktik perpeloncoan maupun senioritas. Sebaliknya, momen ini harus dimanfaatkan untuk membangun budaya saling menghormati, menghargai, dan menyayangi di lingkungan sekolah.

"Setiap anak Indonesia, tanpa memandang latar belakang ekonomi, kemampuan intelektual, maupun kondisi fisik, berhak memperoleh layanan pendidikan yang bermutu," tegas Mu'ti. Ia juga mendorong sekolah untuk menggunakan MPLS sebagai ajang menemukan, menggali, dan mengembangkan bakat siswa baru.

Apresiasi untuk Guru dan Orang Tua

Pada kesempatan yang sama, Mendikdasmen menyampaikan apresiasi kepada para guru yang terus mendampingi murid dengan penuh ketulusan. Ia juga berterima kasih kepada orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada sekolah.

"Kepada anak-anak sekalian, selamat memasuki jenjang pendidikan yang baru. Jadikan MPLS ini sebagai awal semangat baru untuk meraih cita-cita yang kalian impikan," pungkas Mendikdasmen Abdul Mu'ti.

Bagikan
Sumber: manado.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks