SULAWESI UTARA — Berdasarkan data RTI, IHSG bergerak dalam rentang 5.929 hingga 5.949 pada sesi awal. Volume transaksi mencapai 999 juta lembar saham senilai Rp 671,35 miliar dari 286.304 kali frekuensi transaksi. Dari total saham yang diperdagangkan, 328 saham menguat, 129 saham melemah, dan 199 saham stagnan.
Kinerja IHSG: Pekan Ini Naik, Tiga Bulan Ambrol
Secara mingguan, indeks mencatat kenaikan 3,23%. Namun, kinerja jangka pendek dan menengah masih suram. Dalam tiga bulan terakhir, IHSG ambles 16,38%.
Lebih parah lagi, posisi indeks saat ini tergerus 31,21% dalam enam bulan terakhir. Artinya, reli pagi ini belum cukup menutup lubang besar yang terbentuk sejak awal 2026.
Sentimen Pasar: Optimisme Tipis di Tengah Dominasi Aksi Jual
Rasio saham menguat versus melemah menunjukkan optimisme tipis di awal sesi. Namun, data year-to-date yang masih negatif 16,64% menandakan tekanan fundamental masih menjadi beban. Investor asing dan domestik masih wait and see di tengah ketidakpastian suku bunga global dan perlambatan ekonomi domestik.
Kenaikan pagi ini lebih banyak didorong aksi bargain hunting setelah pekan yang volatil. Tanpa katalis positif baru, penguatan ini rawan terkoreksi kembali. Pelaku pasar disarankan mencermati pergerakan sektor perbankan dan komoditas yang biasanya menjadi leading indicator arah IHSG selanjutnya.