MANADO — Peringatan keras disampaikan anggota DPRD Manado terkait meningkatnya angka kriminalitas yang dinilai sudah sangat mengkhawatirkan dan berdampak langsung pada sektor pariwisata. Kondisi ini dinilai kontradiktif dengan ambisi besar pemerintah daerah yang tengah gencar mempromosikan Manado sebagai kota pariwisata kelas dunia.
“Jangan sampai Manado yang dibilang menjadi kota pariwisata dunia, kemudian jadi kota yang sudah tidak aman karena kriminal yang sangat berdampak di wisatawan-wisatawan,” ujar anggota DPRD Manado dalam pernyataannya, Senin (20/5/2024).
Ancaman Nyata bagi Sektor Pariwisata
Pernyataan tersebut muncul di tengah upaya Pemkot Manado yang terus berbenah untuk menarik lebih banyak kunjungan wisatawan. Berbagai event berskala nasional dan internasional kerap digelar, namun bayang-bayang kriminalitas seperti pencurian, begal, dan aksi kejahatan jalanan lainnya dikhawatirkan akan menggerus kepercayaan.
Seorang pengamat pariwisata lokal yang enggan disebut namanya menuturkan bahwa rasa aman adalah faktor fundamental bagi wisatawan. “Wisatawan bisa mentolerir macet atau harga mahal, tapi mereka tidak akan mentolerir rasa takut. Satu saja kasus kriminal yang menimpa turis bisa menjadi viral dan merusak reputasi kota selama bertahun-tahun,” ujarnya.
Fakta Singkat: Kriminalitas vs Pariwisata di Manado
- Citra Kota: Manado tengah bertransformasi menjadi kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) dan destinasi bahari utama.
- Target Pasar: Wisatawan China, Jepang, dan Eropa Timur menjadi segmen utama yang dibidik melalui penerbangan langsung.
- Dampak Kejahatan: Laporan kejahatan jalanan seperti pencopetan dan penjambretan kerap terjadi di kawasan wisata seperti Boulevard dan Pasar 45.
Apa Langkah Pemkot Manado?
Belum ada pernyataan resmi dari Wali Kota Manado atau Kapolresta Manado menanggapi peringatan dari DPRD tersebut. Namun, publik mendesak agar aparat keamanan meningkatkan patroli di titik-titik rawan, terutama di kawasan pusat perbelanjaan, hotel, dan tempat hiburan malam yang kerap dikunjungi wisatawan.
DPRD juga mendorong agar pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat sistem keamanan berbasis komunitas. “Kami minta ada kolaborasi antara Polri, Satpol PP, dan pengelola hotel untuk menciptakan sistem pengamanan terpadu,” tegas anggota dewan tersebut.
Jika tidak ada tindakan konkret, kekhawatiran bahwa Manado akan kehilangan daya saingnya sebagai destinasi wisata unggulan di kawasan Timur Indonesia bukan lagi sekadar isu, melainkan kenyataan pahit yang harus dihadapi.