Pencarian

BRI Peringatkan Nasabah Bisa Pergi Jika Bank Tak Segera Adopsi AI dan Gen AI

Sabtu, 06 Juni 2026 • 01:33:01 WIB
BRI Peringatkan Nasabah Bisa Pergi Jika Bank Tak Segera Adopsi AI dan Gen AI
Hery menekankan pentingnya integrasi AI dan Gen AI dalam transformasi digital perbankan.

SULAWESI UTARA — Hery memaparkan perjalanan panjang industri perbankan merujuk pada pandangan Brett King, penulis dan pengamat keuangan global. Era bank 1.0 ditandai dengan penggunaan cek dan giro. Lalu bank 2.0 menghadirkan mesin ATM yang memungkinkan layanan 24 jam.

"Kemudian bank 3.0 itu terkait dengan internet banking. Nasabah tidak perlu datang ke cabang, bagi nasabah korporasi mereka bisa bertransaksi dari kantor," jelas Hery.

Fase keempat adalah ledakan financial technology (fintech) dan digitalisasi. "Digital sudah mengubah perilaku nasabah di Indonesia dan luar negeri," ujarnya.

Pandemi Jadi Akselerator Digitalisasi Paksa

Hery menilai pandemi Covid-19 menjadi momentum kritis adopsi layanan digital. Pembatasan aktivitas memaksa masyarakat yang semula gagap teknologi (gaptek) beralih ke mobile banking.

"Nasabah tidak bisa datang ke cabang. Yang tadinya tidak bisa menggunakan mobile banking, terpaksa menggunakannya karena tidak bisa ke ATM atau ke teller," ungkap Hery.

Bank adalah Perusahaan Teknologi

Hery menyoroti pernyataan Brett King bahwa bank saat ini pada dasarnya adalah perusahaan teknologi yang memiliki izin perbankan. "Bank is a technology company with a banking license. Sebenarnya bank itu technology company," ujar Hery.

Konsekuensinya, transformasi digital tidak boleh berhenti pada digitalisasi atau otomatisasi proses bisnis semata. Bank wajib mengintegrasikan AI dan generative AI untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman nasabah.

Risiko Jika Abai: Nasabah Hengkang

"Ini adalah satu keharusan bahwa kita harus mentransformasi diri. Bukan hanya digitalisasi, bukan hanya otomasi, tetapi juga terkait dengan AI dan Gen AI. Kalau itu tidak diubah, kita tidak lagi mengikuti tren ini, bank itu akan ditinggalkan oleh nasabahnya," pungkas Hery.

Peringatan ini relevan bagi seluruh industri perbankan di Indonesia yang tengah bersaing dengan fintech dan platform digital lain yang lebih lincih dalam mengadopsi kecerdasan buatan. BRI sendiri telah mulai mengintegrasikan AI dalam berbagai layanan untuk mempertahankan loyalitas nasabah di era persaingan digital yang semakin ketat.

Bagikan
Sumber: kabarbursa.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks