SULAWESI UTARA — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi membuka pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 2 pada Minggu (15/6). Program ini menghadirkan 24 pilihan kejuruan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja dan industri saat ini. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan inisiatif ini merupakan jalur cepat bagi masyarakat untuk menguasai keterampilan praktis, bukan sekadar teori.
Daftar Lengkap 24 Kejuruan yang Tersedia
Kejuruan yang ditawarkan mencakup sektor-sektor strategis dengan permintaan tinggi di lapangan. Peserta dapat memilih bidang sesuai minat dan prospek karier, antara lain:
- Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Manufaktur, Elektronika, Las, Listrik, Otomotif, Refrigerasi, Konstruksi
- Industri Kreatif, Teknologi Mode (Fashion Technology), Bisnis dan Manajemen, Tata Kecantikan, Bahasa
- Pariwisata, Pertanian, Perikanan, Peternakan, Kehutanan, Pertambangan, Mekanisasi Pertanian
- Teknologi Pengolahan Agroindustri, Pelayanan Sosial dan Masyarakat, Teknologi Pelatihan, serta Produktivitas
Fokus pada Keterampilan Praktis dan Sertifikasi Resmi
Menaker Yassierli menekankan program ini berbeda dari pelatihan konvensional karena mengedepankan pembelajaran berbasis praktik. “Pelatihan vokasi ini adalah jalur cepat bagi masyarakat untuk langsung siap kerja. Dengan waktu yang relatif singkat, peserta tidak hanya mendapatkan pembelajaran teoretis, tetapi juga keterampilan praktis yang memang dibutuhkan di lapangan,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta.
Setiap kejuruan didukung instruktur kompeten dan fasilitas yang memadai. Peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh dua sertifikat sekaligus: Sertifikat Pelatihan dari Kemnaker dan Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikat ini menjadi nilai tambah saat melamar pekerjaan atau memulai usaha mandiri.
Cara Mendaftar dan Batas Waktu
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi Skillhub Kemnaker di skillhub.kemnaker.go.id. Calon peserta wajib membuat akun, melengkapi biodata, dan mengikuti tahapan asesmen yang telah ditentukan dalam sistem. Proses ini bertujuan memastikan setiap peserta ditempatkan pada kejuruan yang paling sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
Kemnaker menargetkan program ini dapat memperluas akses pelatihan secara merata ke berbagai daerah di Indonesia. Dengan demikian, kesenjangan keterampilan antara wilayah perkotaan dan pedesaan diharapkan terus ditekan. Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 2 masih dibuka hingga 9 Juni 2026.