SULAWESI UTARA — Kursi kepelatihan AC Milan masih menjadi teka-teki jelang musim 2025/2026. Setelah rencana menunjuk Matthias Jaissle dari Al Ahli batal lantaran biaya kompensasi yang membengkak, Rossoneri kini mengalihkan fokus ke dua nama lain: Oliver Glasner dan Andoni Iraola.
Pertemuan dengan Glasner Dijadwalkan Setelah Final Liga Champions
Laporan dari La Gazzetta dello Sport menyebut AC Milan sudah menjadwalkan pertemuan dengan Oliver Glasner pada awal pekan depan, tepat setelah final Liga Champions akhir pekan ini. Pelatih asal Austria itu diketahui akan hengkang dari Crystal Palace pada akhir musim.
Glasner bukan nama asing bagi Ralf Rangnick, yang akan menjabat sebagai kepala departemen olahraga Milan. Keduanya pernah bekerja sama di RB Salzburg pada 2012. Rangnick dikenal dekat dengan deretan pelatih berbahasa Jerman, dan Glasner adalah salah satu produk bimbingannya.
Prestasi Glasner cukup mentereng. Ia membawa Eintracht Frankfurt juara Liga Europa musim 2021-2022. Bersama Crystal Palace, ia memenangkan Piala FA, Community Shield, dan Conference League — tiga trofi dalam waktu singkat.
Iraola Sudah Bertemu Langsung dengan Manajemen Milan
Selain Glasner, Andoni Iraola juga menjadi kandidat serius. Pakar transfer asal Italia, Matteo Moretto, mengonfirmasi bahwa Rossoneri sudah bertemu dengan pelatih asal Spanyol itu di Inggris pekan lalu.
"Ada detail penting terkait ketertarikan Milan pada Iraola: selama pekan lalu, Rossoneri sudah bertemu dengan pelatih asal Spanyol itu di Inggris," ujar Moretto. "Jadi sudah ada pertemuan tatap muka antara kedua pihak untuk memahami proyek seperti apa yang berpotensi mereka bangun bersama."
Pakar transfer talkSport, Alex Crooks, juga menyebut Milan sebagai salah satu klub yang tertarik mendatangkan mantan pelatih Bournemouth tersebut. Langkah ini dikabarkan diusulkan kepada manajemen klub oleh seorang perantara, seperti dilaporkan Alessandro Jacobone.
Mengapa Milan Batal ke Jaissle dan Nama Lain Meredup
Rencana awal Milan sebenarnya mengarah ke Matthias Jaissle. Namun, biaya kompensasi yang harus dibayarkan ke Al Ahli mencapai minimal 6 juta euro, belum termasuk gaji dan bonus tanda tangan. Angka itu dinilai terlalu mahal.
Sementara itu, nama-nama seperti Xavi dan Andoni Iraola sebelumnya sempat dikaitkan, namun peluangnya kini dianggap menipis. Dengan dua kandidat utama yang masih dalam proses pendekatan, keputusan akhir ada di tangan Ralf Rangnick yang memiliki pengaruh besar dalam pemilihan pelatih kepala berikutnya.