MINAHASA SELATAN — Komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) di bawah nahkoda Bupati Franky Donny Wongkar (FDW) dalam menjaga stabilitas, kerukunan, dan harmoni sosial di daerah kembali ditegaskan. Salah satu wujud nyatanya adalah kesiapan pemkab bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk memfasilitasi perayaan hari besar keagamaan, termasuk Idul Adha dan Waisak.
Fasilitasi Perayaan Besar untuk Semua Umat
Bupati FDW menekankan bahwa toleransi bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata yang harus dirasakan seluruh warga. Pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh, baik dari segi pengamanan, logistik, maupun koordinasi lintas instansi, agar setiap perayaan berlangsung khidmat.
"Kami ingin semua warga Minsel bisa merayakan hari besar keagamaan mereka dengan tenang dan penuh suka cita. Ini adalah tanggung jawab kita bersama," ujar Bupati Franky Donny Wongkar dalam pernyataan resminya, baru-baru ini.
Sinergi Forkopimda dan Tokoh Agama
Langkah ini melibatkan sinergi antara TNI, Polri, serta para tokoh agama dan masyarakat. Forkopimda Minsel telah berkoordinasi untuk menyusun jadwal pengamanan dan skenario lalu lintas di titik-titik lokasi peribadatan, khususnya saat momen puncak perayaan.
Kepolisian Resor setempat juga telah menyiagakan personel untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Pendekatan preemtif dan preventif menjadi prioritas utama agar situasi tetap kondusif.
Dukungan untuk Idul Adha dan Waisak
Untuk Idul Adha, pemkab memfasilitasi penyembelihan hewan kurban di sejumlah masjid, termasuk memastikan distribusi daging kurban berjalan lancar ke warga yang membutuhkan. Sementara itu, untuk perayaan Waisak, pemerintah akan membantu pengamanan prosesi ibadah di vihara-vihara yang tersebar di Minsel.
Bupati FDW berharap tradisi gotong royong dan saling menghormati yang sudah terbangun di Minahasa Selatan terus diperkuat. "Minsel adalah rumah kita bersama. Perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekayaan yang harus kita rawat," tambahnya.
Fakta Singkat: Komitmen Kerukunan di Minsel
- Fasilitasi perayaan mencakup Idul Adha (Islam) dan Waisak (Buddha).
- Melibatkan Forkopimda, TNI, Polri, dan tokoh agama lintas iman.
- Prioritas pada pengamanan lokasi ibadah dan distribusi bantuan sosial.
Dengan langkah konkret ini, Pemerintah Kabupaten Minsel berupaya menjadi contoh daerah yang mampu menjaga harmoni di tengah keberagaman. Masyarakat pun diimbau untuk turut serta menjaga ketertiban dan melaporkan potensi gangguan kepada aparat setempat.