SULAWESI UTARA — Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro menyatakan bahwa anggaran untuk pengadaan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto diambil dari pos bantuan presiden atau Banpres. Jumlah hewan yang dibagikan mencapai 1.098 ekor sapi dengan nilai total Rp 100 miliar.
Skema Pendanaan dan Distribusi Hewan Kurban
Menurut Juri, mekanisme penggunaan Banpres untuk kegiatan kurban sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Ia menegaskan bahwa anggaran tersebut dialokasikan khusus untuk program sosial keagamaan presiden.
"Anggaran itu berasal dari Banpres, totalnya Rp 100 miliar untuk 1.098 sapi," kata Juri dalam keterangannya, Selasa (17/6).
Respons Publik dan Transparansi Penggunaan Banpres
Penggunaan dana Banpres untuk pengadaan sapi kurban skala besar ini menuai beragam reaksi. Sejumlah kalangan mempertanyakan transparansi penyaluran anggaran bantuan presiden yang selama ini penggunaannya jarang dipublikasikan secara rinci.
Juri Ardiantoro memastikan bahwa seluruh proses pengadaan dan distribusi sapi kurban dilakukan secara terbuka. Pihaknya juga akan melaporkan realisasi anggaran tersebut kepada instansi terkait sebagai bentuk akuntabilitas.
"Kami ingin memastikan bahwa bantuan ini tepat sasaran dan dapat dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkan di berbagai daerah," ujarnya.
Mekanisme Banpres dan Dasar Hukum
Banpres merupakan pos anggaran yang berada di bawah kendali langsung presiden. Dalam struktur APBN, anggaran ini kerap digunakan untuk kegiatan sosial, bantuan bencana, serta program prioritas kepala negara yang bersifat mendesak.
Penggunaan Banpres untuk kegiatan keagamaan seperti kurban sebenarnya bukan kali pertama terjadi. Pada era pemerintahan sebelumnya, pos serupa juga pernah dipakai untuk mendanai program serupa, meskipun skalanya lebih kecil.
Namun, nominal Rp 100 miliar untuk 1.098 ekor sapi menjadikan program kurban presiden tahun ini yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Setiap ekor sapi dibanderol dengan harga rata-rata sekitar Rp 91 juta.
Jadwal dan Wilayah Distribusi
Pemerintah menargetkan distribusi daging kurban dari sapi-sapi tersebut menjangkau daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan. Proses pemotongan direncanakan berlangsung pada hari raya Idul Adha dan tiga hari tasyrik.
Juri menambahkan bahwa koordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga sosial telah dilakukan untuk memastikan daging kurban sampai ke tangan penerima manfaat. "Kami berharap ini bisa membawa berkah bagi seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya.