SULAWESI UTARA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mendorong program konversi motor listrik sebagai bagian dari percepatan ekosistem kendaraan ramah lingkungan. Pada tahun depan, besaran subsidi dinaikkan signifikan dari tahun-tahun sebelumnya untuk menarik minat masyarakat.
Biaya Konversi dan Syarat Kepesertaan
Dengan subsidi Rp15 juta per unit, konsumen hanya menanggung sisa biaya antara Rp2 juta hingga Rp5 juta. Angka itu tergantung pada jenis kendaraan dan paket konversi yang dipilih di bengkel resmi.
Pemerintah menetapkan sejumlah syarat untuk mendapatkan subsidi. Kendaraan harus memiliki kapasitas mesin 110 cc hingga 150 cc, dalam kondisi layak jalan, dan dilengkapi dokumen kendaraan yang masih aktif. Nama pemilik pada STNK wajib sesuai dengan identitas yang didaftarkan.
Setelah proses konversi rampung, kendaraan harus menjalani uji tipe untuk memperoleh Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT). Dokumen itu menjadi dasar penerbitan STNK baru dengan status kendaraan listrik. Pelat nomor juga akan disesuaikan dengan penanda khusus berupa garis biru di bagian bawah.
Pendaftaran Online dan Pemantauan Kuota
Masyarakat yang berminat dapat mendaftar secara daring melalui situs konversi motor listrik di ebtke.esdm.go.id/konversi. Situs itu menyediakan informasi ketersediaan kuota subsidi secara real-time.
Pemerintah mengimbau agar konversi hanya dilakukan di bengkel yang telah mengantongi sertifikasi resmi dari Kemenhub. Langkah ini untuk menjamin keamanan, kualitas pengerjaan, serta legalitas kendaraan setelah dikonversi.
21 Bengkel Konversi Resmi Tersebar di Jawa dan Bali
Kemenhub telah menerbitkan daftar bengkel konversi resmi yang tersebar di sejumlah kota. Berikut daftar lengkapnya:
- Elders Garage – Jakarta Selatan
- Bintang Racing Team (BRT) – Sentul, Bogor
- PT Braja Elektrik Motor – Surabaya
- Percik Daya Nusantara – Gianyar, Bali
- Juara Bike (Selis) – Tangerang
- Volto Mechanix – Gianyar, Bali
- STP Otomotif ITS – Surabaya
- PT Cogindo DayaBersama – Cirebon
- PT Mitrametal Perkasa – Karawang, Jawa Barat
- Electric Wheel (Roda Elektrik Gemilang) – Denpasar, Bali
- Bengkel Konversi BLU Politeknik – Gianyar, Bali
- PT Ekolektrik Konversi Mandiri – Surakarta
- QUEST – Bandung
- Bengkel Konversi SOI – Cikarang
- PT Electric Vehicle Trimotorindo – Tangerang
- PT Teco Multiguna – Kab. Bogor
- Hardy Motor – Bandung
- SR Electric – Mojokerto
- PT Nagara Sains Konversi – Jakarta Selatan
- SMKMUKA EV (SMK Muhammadiyah Kartasura) – Sukoharjo
- PT Tomara Jaya Perkasa – Jakarta Timur
- MOTORIZ – Jakarta Selatan
- Gotric Asia Sentosa – Tangerang
- Teknik Otokronik SMK N 1 Seyegan – Kab. Sleman
Pemerintah menargetkan program ini dapat mempercepat alih teknologi dari kendaraan berbahan bakar fosil ke listrik. Sampai saat ini, jumlah bengkel konversi resmi masih terbatas dan sebagian besar berada di Pulau Jawa serta Bali.