MANADO — Kepala LPK Gambatte Mirai Manado, Sensei Febry Paendong, mengungkapkan bahwa program pelatihan berjalan secara bertahap. Tahap awal difokuskan pada pembelajaran bahasa dan budaya kerja Jepang sebelum peserta mengikuti ujian sertifikasi.
Ujian JFT Basic A2 Jadi Gerbang Utama ke Jepang
JFT Basic A2 merupakan ujian kemampuan bahasa Jepang level dasar yang menjadi syarat utama program SSW. Dengan kelulusan 80 persen, para peserta dinilai telah menguasai komunikasi dasar untuk bekerja di sektor industri dan perawatan lansia di Jepang.
“Program ini dirancang agar peserta tidak hanya lulus ujian, tetapi juga siap beradaptasi dengan lingkungan kerja di sana,” kata Febry dalam keterangannya, Selasa (18/3/2025).
Proses Pelatihan: dari Kelas hingga Simulasi Kerja
LPK Gambatte Mirai Manado menerapkan metode pembelajaran intensif. Setiap peserta menjalani kelas bahasa Jepang selama enam jam per hari, ditambah simulasi wawancara kerja dan pengenalan budaya perusahaan Jepang.
Febry menambahkan bahwa pelatihan tidak berhenti setelah ujian. Peserta yang lulus tetap mendapat pembekalan tambahan, termasuk etos kerja dan kedisiplinan ala perusahaan Jepang.
Target Pengiriman: Bertahap Sesuai Kebutuhan Industri
Setelah kelulusan JFT Basic A2, LPK Gambatte Mirai akan memproses dokumen dan penempatan peserta ke perusahaan mitra di Jepang. Febry menyebut pengiriman dilakukan secara bertahap, menyesuaikan permintaan dari sektor perhotelan, manufaktur, dan perawatan lansia.
“Kami tidak ingin terburu-buru. Yang terpenting adalah kesiapan mental dan teknis setiap peserta sebelum berangkat,” ujarnya.
Peluang Kerja di Jepang Masih Terbuka Lebar
Program SSW menjadi salah satu jalur resmi bagi tenaga kerja Indonesia untuk bekerja di Jepang tanpa gelar sarjana. Pemerintah Jepang terus membuka kuota besar di sektor-sektor yang kekurangan tenaga kerja lokal.
Bagi warga Sulawesi Utara yang berminat, LPK Gambatte Mirai Manado membuka pendaftaran gelombang baru setiap tiga bulan. “Kami ingin lebih banyak anak muda daerah yang bisa bersaing di pasar kerja global,” pungkas Febry.