BITUNG — Kepala Disnaker Kota Bitung Rahmat Dunggio menyatakan kegiatan ini bertujuan menekan laju inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga bahan pokok. Pasar murah ini menyasar langsung para buruh dan pekerja dengan penghasilan rendah yang paling rentan terdampak kenaikan harga.
Harga Minyak Goreng dan Beras di Bawah Harga Pasar
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga khusus. Minyak goreng kemasan dijual Rp 14.000 per liter, beras medium Rp 10.000 per kilogram, dan gula pasir Rp 13.000 per kilogram. Harga-harga itu berada di bawah harga pasar yang saat ini mencapai Rp 18.000 hingga Rp 20.000 per liter untuk minyak goreng.
Rahmat menjelaskan, kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi dengan sejumlah instansi dan perusahaan di Kota Bitung. "Pasar murah ini merupakan wujud nyata dari sinergitas antara pemerintahan Hengky Honandar – Randito Maringka dan dunia usaha," ujarnya dalam sambutan.
Warga: Sangat Membantu di Tengah Kenaikan Harga
Seorang ibu rumah tangga, Findy Ismail (25), mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini. Menurutnya, harga bahan pokok di pasar tradisional saat ini terus merangkak naik.
"Terima kasih kepada pemerintah kota yang sudah menginisiasi kegiatan. Mudah-mudahan pasar murah seperti sekarang ini terus berlanjut," kata Findy saat ditemui di lokasi.
Donor Darah Jadi Kegiatan Tambahan
Selain pasar murah, Disnaker Bitung juga menggelar donor darah yang dipusatkan di lokasi yang sama. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari May Day yang sebelumnya sudah berlangsung.
Rahmat menambahkan, pihaknya akan mengevaluasi kegiatan ini untuk kemungkinan digelar secara berkala. "Kami harap kegiatan ini berfungsi sebagai stimulus ekonomi agar warga tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau," pungkasnya.