SULAWESI UTARA — Modus pencurian di area kargo Bandara Soekarno-Hatta terendus setelah Cargo Security Department berkoordinasi dengan Polres Bandara. Pelaku bukan karyawan InJourney Airports, melainkan oknum dari perusahaan operator jasa kargo yang beroperasi di kawasan bandara.
General Manager Bandara Soekarno-Hatta Heru Karyadi mengapresiasi langkah cepat aparat dalam menegakkan hukum di lingkungan bandara. “Kami berterima kasih kepada jajaran Polres Bandara Soekarno-Hatta yang senantiasa melakukan penegakan hukum,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/5).
CCTV Jadi Kunci Pengungkapan
Peristiwa terjadi di area parkir Pergudangan Aeroville (dahulu Soewarna). Setelah menerima laporan masyarakat, petugas keamanan bandara langsung melakukan penelusuran melalui rekaman kamera pengawas untuk mengidentifikasi pelaku.
Heru menegaskan bahwa seluruh pekerja dari perusahaan atau entitas yang beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta wajib mematuhi aturan hukum yang berlaku. “Bandara Soekarno-Hatta memiliki sistem dalam menjaga keamanan, dan aktivitas yang melanggar keamanan pasti akan terdeteksi,” tutupnya.
Komitmen Perketat Pengawasan
InJourney Airports menyatakan terus meningkatkan standar keamanan, keselamatan, dan pelayanan di bandara tersibuk di Indonesia ini. Penguatan aspek keamanan dilakukan bersama Polres Bandara Soekarno-Hatta agar tidak ada celah bagi oknum nakal.
Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh operator kargo dan mitra usaha di lingkungan bandara untuk memperketat pengawasan internal. Pihak bandara tidak akan mentolerir tindakan melanggar hukum yang merugikan pengguna jasa ekspor impor.