BOLTIM — Pemerintah Desa Buyat I, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), merealisasikan penyaluran santunan duka kepada warga yang berhak. Penyerahan bantuan tunai ini dilakukan langsung oleh Sangadi (Kepala Desa) Buyat I, Chandra Setiawan Modeong, kepada tujuh orang perwakilan ahli waris.
Langkah ini merupakan implementasi teknis dari program jaminan sosial yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Boltim. Meskipun terdapat perubahan nilai manfaat dibandingkan tahun sebelumnya, pemerintah desa memastikan distribusi bantuan tetap berjalan tepat sasaran bagi keluarga yang sedang tertimpa musibah.
Efisiensi Anggaran: Nominal Santunan Turun Jadi Rp 500 Ribu
Ada perbedaan signifikan mengenai besaran dana yang diterima masyarakat pada tahun anggaran kali ini. Jika pada 2025 lalu setiap ahli waris mendapatkan santunan sebesar Rp 2.000.000, kini jumlahnya terkoreksi menjadi Rp 500.000 per penerima.
Sangadi Chandra Setiawan Modeong menjelaskan bahwa perubahan angka tersebut bukan tanpa alasan. Penurunan nominal merupakan dampak langsung dari kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan di tingkat kabupaten.
“Besaran dana santunan duka kali ini sesuai Peraturan Bupati Boltim. Karena ada efisiensi anggaran sehingga nilainya turun tapi programnya tetap jalan,” ungkap Sangadi Chandra saat memberikan keterangan di sela penyerahan bantuan.
Komitmen Program Oskar-Argo Melalui Dana Desa
Meski secara angka mengalami penurunan, program ini tetap dipertahankan sebagai instrumen kehadiran negara di tingkat desa. Penyaluran santunan duka di Buyat I ini merupakan bagian dari visi besar kepemimpinan Bupati Boltim Oskar Manoppo dan Wakil Bupati Argo Sumaiku.
Dalam pelaksanaannya, program santunan duka tersebut diakomodir melalui alokasi Dana Desa. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap warga yang berduka mendapatkan perhatian langsung dari pemerintah daerah secara cepat tanpa birokrasi yang berbelit.
“Santunan duka ini merupakan program Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati Boltim, dimana pemerintah memastikan hadir di tengah rakyatnya yang tengah berduka,” jelas Chandra.
Pihak Pemerintah Desa Buyat I berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban finansial keluarga yang ditinggalkan. Ke depan, sinkronisasi antara kebijakan bupati dan pemanfaatan dana desa akan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas jaring pengaman sosial di wilayah Bolaang Mongondow Timur.