Pencarian

Mentan Amran Pasok Bibit Jagung 15.000 Hektare ke Sulawesi Utara

Minggu, 03 Mei 2026 • 10:34:21 WIB
Mentan Amran Pasok Bibit Jagung 15.000 Hektare ke Sulawesi Utara
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyerahkan bibit jagung untuk 15.000 hektare lahan di Sulawesi Utara.

MANADO — Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman secara resmi menyetujui bantuan bibit jagung untuk lahan seluas 15.000 hektare di Provinsi Sulawesi Utara. Kepastian tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja di lokasi pembibitan pertanian Kelurahan Bengkol, Kota Manado, Jumat (1/5/2026).

Program strategis ini menyasar berbagai wilayah di Bumi Nyiur Melambai guna mendongkrak produktivitas sektor pertanian. Mentan Amran menyebut kelancaran koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara menjadi kunci utama cepatnya persetujuan bantuan dari pusat tersebut.

Mentan Puji Sinergi Kepemimpinan Yulius Selvanus dan Victor Mailangkay

Amran memberikan apresiasi khusus terhadap pola komunikasi Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay. Baginya, tata kelola pemerintahan yang solid memudahkan kementerian dalam mengucurkan dukungan anggaran maupun sarana produksi pertanian.

"Silakan ajukan lagi kebutuhan lain. Tadi minta jagung 15 ribu hektare, langsung kami setujui karena pemerintahannya bagus," tegas Mentan Amran.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa hubungan koordinasi antara Pemprov Sulut dan Pemerintah Pusat berada dalam posisi sangat baik. Sinergi ini dianggap krusial untuk mempercepat implementasi program strategis nasional di daerah.

Target Peningkatan Produksi dan Kesejahteraan Petani Sulut

Gubernur Yulius Selvanus menegaskan sektor pertanian tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi masyarakat Sulawesi Utara. Bantuan bibit unggul ini diproyeksikan mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan dalam beberapa musim tanam ke depan.

"Dukungan ini sangat berarti bagi para petani kita. Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk mengelola amanah ini dengan penuh tanggung jawab demi peningkatan produktivitas jagung daerah dan kesejahteraan masyarakat," ujar Gubernur Yulius.

Pemprov Sulut kini tengah memetakan lahan produktif yang akan menerima distribusi bibit tersebut. Langkah ini dilakukan agar bantuan tidak hanya menumpuk di satu titik, melainkan tersebar merata di seluruh kabupaten dan kota yang memiliki potensi pengembangan jagung.

Pengawasan Ketat Distribusi Bibit agar Tepat Sasaran

Guna mencegah penyalahgunaan, Kementerian Pertanian bersama Pemprov Sulut sepakat memperketat sistem pengawasan di lapangan. Langkah preventif ini diambil untuk memastikan setiap kantong bibit benar-benar sampai ke tangan petani yang membutuhkan.

Distribusi yang transparan dianggap harga mati untuk mencapai target swasembada pangan regional. Pemerintah ingin menghindari adanya bantuan yang tidak tertanam atau justru diperjualbelikan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

"Pengawasan distribusi penting guna memastikan setiap bibit yang disalurkan mampu memberikan hasil maksimal terhadap peningkatan produksi jagung daerah," tulis keterangan resmi Pemprov Sulut.

Dampak Ekonomi Program Jagung bagi Bumi Nyiur Melambai

Selain memperkuat cadangan pangan, program lahan 15.000 hektare ini diharapkan membuka peluang industri hilirisasi berbasis jagung. Peningkatan produksi secara masif akan mendorong serapan tenaga kerja di sektor agribisnis dan meningkatkan pendapatan riil petani lokal.

Keberhasilan program ini nantinya akan menjadi tolok ukur bagi Sulawesi Utara untuk mengajukan bantuan infrastruktur pertanian lainnya. Fokus pemerintah saat ini adalah memastikan eksekusi penanaman berjalan sesuai jadwal agar target produksi tahunan tercapai.

Dinas Pertanian daerah segera melakukan koordinasi teknis dengan kelompok tani di tingkat desa untuk pendataan penerima manfaat. Langkah cepat ini diambil agar bantuan bibit dapat segera dimanfaatkan pada musim tanam mendatang.

Bagikan
Sumber: petasulut.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks