BI Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah di Sulut lewat 3 Program Unggulan ISEF 2026

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:01:31 WIB
Kepala BI Perwakilan Sulut Joko Supratikto menyampaikan penguatan ekosistem keuangan syariah di Manado.

MANADO — Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara Joko Supratikto menyatakan pihaknya akan terus memperkuat ekosistem pasar keuangan syariah di provinsi tersebut. Program yang dijalankan kantor pusat, kata dia, diimplementasikan di seluruh provinsi termasuk Sulut.

Menurut Joko, penguatan dilakukan lewat empat jalur: memperkuat ekosistem rantai nilai halal, memperdalam pasar keuangan syariah, mengoptimalkan keuangan sosial syariah, serta memperluas inklusi melalui transformasi digital.

"Secara nasional menargetkan untuk mewujudkan visi sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia melalui penguatan ekosistem industri halal, pendalaman pasar keuangan syariah, serta sinergi dan transformasi digital," kata Joko di Manado, Selasa.

Tiga Program Unggulan yang Diluncurkan di ISEF 2026

Pada momentum ISEF 2026, BI meluncurkan tiga program unggulan yang menyasar penguatan pasar keuangan syariah, tata kelola zakat, dan pengembangan sumber daya manusia.

  • Islamic Financial Market Code of Conduct (ICoC) — pedoman transaksi pasar keuangan syariah yang disusun Asosiasi Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing Indonesia (APUVINDO) serta Indonesia Islamic Global Market Association (IIGMA) bersama Bank Indonesia dan OJK, untuk memperkuat integritas dan efisiensi pasar.
  • Indeks Penerapan Prinsip Utama Zakat 2.0 (Zakat Core Principles/ZCP) — indeks hasil pembaruan BAZNAS dan Bank Indonesia dengan penambahan dimensi manajemen risiko untuk memperkuat tata kelola zakat.
  • Beasiswa internasional — dukungan pendidikan bagi mahasiswa asing melalui dana sosial syariah, sekaligus mencetak SDM unggul, mengoptimalkan pemanfaatan ZISWAF secara produktif, dan memperluas pengenalan ekonomi syariah.

Sejalan dengan Asta Cita dan RPJMN 2025–2029

Ketiga program unggulan itu memperkuat dukungan Bank Indonesia terhadap visi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia. Arah kebijakan tersebut sejalan dengan Asta Cita dan RPJMN 2025–2029.

Joko menegaskan, program-program tersebut menjadi upaya nyata bagi para penggiat ekonomi keuangan syariah di daerah. Sulut termasuk provinsi yang menjadi sasaran implementasi.

Kolaborasi dengan Trade Expo Indonesia dan Partisipasi Lintas Generasi

Untuk memperluas jangkauan dan dampaknya, ISEF 2026 menghadirkan tiga kebaruan. Pertama, kolaborasi dengan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Kedua, pemanfaatan teknologi digital immersive. Ketiga, perluasan partisipasi lintas generasi dan negara.

Di Sulut, penguatan ekosistem keuangan syariah menyentuh langsung rantai nilai halal, termasuk usaha mikro yang menjadi bagian dari rantai pasok produk halal. Pendalaman pasar keuangan syariah menyasar instrumen investasi berbasis syariah, sementara optimalisasi keuangan sosial syariah menyangkut pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf.

Transformasi digital menjadi jalur perluasan inklusi, terutama bagi warga yang belum terlayani lembaga keuangan formal. Perluasan akses itu menjadi kunci memperbesar basis pengguna jasa keuangan syariah di daerah.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: manado.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top