BOLTIM — Pemerintah Desa Buyat Satu menyalurkan bantuan kepada empat keluarga yang tengah berduka. Masing-masing ahli waris menerima santunan senilai Rp 500.000, diserahkan langsung oleh Sangadi Chandra Setiawan Modeong.
Keempat warga yang meninggal dunia dan keluarganya menerima santunan yakni keluarga almarhum Jumadi Lahengko, Rania Atala Potabuga, Lili Modeong, dan Noni Tungkagi. Penyerahan berlangsung di Desa Buyat Satu, Kecamatan Kotabunan.
Chandra menyebut santunan diberikan karena pemerintah desa memahami kondisi ekonomi keluarga setelah kepergian anggota keluarganya. Sebagian di antara mereka merupakan tulang punggung keluarga.
"Pemerintah berempati dengan duka yang dialami oleh warga masyarakat. Pemerintah tahu persis bagaimana kondisi ekonomi mereka setelah kepergian anggota keluarganya, yang diantaranya adalah tulang punggung bagi mereka," jelas Chandra.
Sangadi juga menyampaikan belasungkawa mendalam dari Bupati Oskar Manoppo dan Wakil Bupati Argo V Sumaiku. Menurutnya, santunan duka merupakan program pemerintahan Oskar-Argo yang direalisasikan lewat dana desa.
Pemdes Buyat Satu menegaskan komitmen mengawal program tersebut agar terealisasi dengan baik di masyarakat. Dana desa menjadi instrumen pembiayaan yang dipakai untuk menyalurkan bantuan.
"Ini program yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami Pemerintah Desa Buyat Satu terus mengawal program ini terealisasi dengan baik di masyarakat," pungkasnya.
Penyaluran santunan kepada empat ahli waris menjadi realisasi pertama yang tercatat di Desa Buyat Satu pada Oktober 2026. Pemerintah desa belum menyebut apakah program serupa akan berlanjut dengan cakupan penerima lebih luas pada bulan berikutnya.