MINAHASA — Yulius menyampaikan keterangan soal rencana arena pacuan kuda internasional itu saat berada di gelanggang pacuan kuda Maesa Tompaso, Kabupaten Minahasa, pada Sabtu. Ia menegaskan rencana tersebut berasal dari pembicaraan dengan Presiden Prabowo di Hambalang, bukan proyek yang sudah dijelaskan rinci kepada publik.
Dari pernyataan gubernur, informasi yang bisa dipastikan baru sebatas adanya rencana arena berskala internasional dan pembahasannya bersama Presiden. Jadwal pembangunan, rancangan fasilitas, lokasi spesifik, hingga rincian teknis belum dipaparkan.
Menurut Yulius, gelanggang berskala internasional itu diarahkan untuk menunjang perkembangan cabang olahraga berkuda di Sulawesi Utara. Ia memandang rencana pembangunan arena sebagai kabar baik bagi komunitas olahraga berkuda di daerah tersebut.
Fasilitas yang lebih memadai diharapkan memberi manfaat bukan hanya bagi atlet yang berlomba. Peternak, pemilik kuda, joki, dan pelatih juga disebut akan merasakan dampaknya.
Selama ini, setiap unsur itu berperan menjaga keberlangsungan pacuan kuda, mulai dari menyiapkan kuda hingga membina kemampuan para atlet. Pembangunan arena dipandang sebagai kesempatan memperkuat ekosistem olahraga tersebut.
Kabar rencana arena internasional muncul setelah Sulawesi Utara meraih juara umum Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda Pordasi ke-60 tahun 2026. Penentuan juara dilakukan berdasarkan akumulasi dua seri, yakni seri pertama di Pangandaran, Jawa Barat, dan seri kedua di Tompaso.
Sulawesi Utara menempati posisi teratas dengan 149 poin. Jawa Barat menyusul di urutan kedua dengan 44,5 poin, disusul Papua Selatan yang mengumpulkan 39,5 poin.
Jawa Tengah memperoleh 33,5 poin, sedangkan DKI Jakarta meraih 24 poin. Selisih perolehan itu menegaskan kuatnya posisi kontingen Sulawesi Utara sepanjang rangkaian kejuaraan tahun ini.
Yulius mengapresiasi hasil tersebut dan menyebutnya sebagai sejarah bagi Sulawesi Utara. Makna khusus kemenangan itu, menurutnya, terletak pada keberhasilan meraih gelar juara umum sekaligus membawa pulang Piala Presiden.
Capaian 149 poin menjadi ukuran keberhasilan kolektif kontingen dalam mengikuti seri Pangandaran dan Tompaso. Bagi daerah, hasil ini dapat menjadi dorongan untuk menjaga kesinambungan latihan dan memperluas kesempatan bagi atlet.
Momentum juara umum juga menambah perhatian terhadap pacuan kuda di Sulawesi Utara setelah penyelenggaraan seri di Tompaso. Keberhasilan itu memperkuat harapan agar olahraga berkuda daerah terus berkembang dan mampu mempertahankan daya saingnya pada kejuaraan mendatang.