Snapchat Batasi Pengguna di Bawah 16 Tahun, Konten Hanya Bisa Dilihat Teman yang Saling Follow

Penulis: Dedi Supriadi  •  Rabu, 10 Juni 2026 | 23:35:31 WIB
Snapchat batasi konten pengguna di bawah 16 tahun hanya untuk teman yang saling mengikuti.

SULAWESI UTARA — Snapchat memperkenalkan perubahan signifikan pada pengaturan privasi untuk pengguna remaja. Kini, pengguna berusia antara 13 hingga 15 tahun akan mendapatkan profil terpisah yang secara otomatis membatasi jangkauan konten Stories dan Spotlight mereka.

Alih-alih bisa dilihat oleh siapa pun, unggahan mereka hanya akan tampil di lingkaran pertemanan yang saling mengikuti (mutual friends). Langkah ini diambil untuk mencegah pengguna muda menjadi korban doxxing — praktik penyebaran data pribadi secara publik tanpa izin.

Menghilangkan Tekanan Metrik Engagement

Salah satu poin kunci dari pembaruan ini adalah penghapusan metrik publik pada konten remaja. Pengguna di bawah 16 tahun tidak akan melihat jumlah like, favorit, atau indikator popularitas lainnya di unggahan mereka.

Kebijakan ini dirancang untuk mengurangi tekanan psikologis yang kerap mendorong remaja mengejar engagement demi validasi sosial. Sebelumnya, Snapchat mengizinkan kelompok usia ini membagikan Spotlight ke semua orang, meskipun unggahan tersebut tidak dikaitkan langsung ke profil mereka.

Aturan Berbeda untuk Usia 16-18 Tahun

Untuk pengguna berusia 16 hingga 18 tahun, aturannya sedikit lebih longgar. Mereka masih bisa membagikan konten Spotlight secara publik, tetapi jangkauannya tetap dibatasi. Konten hanya bisa diakses oleh teman, pengikut, dan pengguna yang memiliki teman bersama (mutual friends).

Selain itu, Snapchat juga memberikan fitur kontrol orangtua melalui Family Center. Orangtua bisa memantau berapa lama anak mereka menghabiskan waktu di fitur tertentu, seperti Stories dan Spotlight.

Perlindungan Tambahan dari Interaksi Asing

Snapchat sebelumnya sudah menerapkan sejumlah lapisan keamanan untuk remaja. Platform ini mencegah orang asing mengirim permintaan pertemanan atau pesan langsung ke pengguna remaja. Jika seorang remaja memulai obrolan dengan orang asing, aplikasi akan menampilkan peringatan.

Konten yang bisa dilihat oleh remaja juga sudah dibatasi sesuai usia. Langkah ini sejalan dengan tren industri media sosial yang semakin ketat dalam melindungi pengguna muda.

Latar Belakang: Tekanan Regulasi dan Gugatan Hukum

Kebijakan ini muncul di tengah tekanan hukum yang dihadapi Snap. Awal tahun ini, Snap menyelesaikan gugatan yang menuduh platformnya memperparah kecanduan media sosial pada remaja. Perusahaan masih menghadapi kasus serupa di berbagai negara bagian AS.

Dalam wawancara dengan CNBC, CEO Snap Evan Spiegel membela platformnya. Ia mengutip sejumlah studi yang menyebut Snapchat memiliki "dampak positif" karena menghubungkan pengguna dengan teman-teman mereka. Spiegel juga menegaskan Snapchat tidak bisa disamakan dengan TikTok atau Instagram dalam hal risiko kecanduan.

Perbandingan dengan Platform Lain

Langkah Snapchat ini bukanlah yang pertama di industri. Instagram, misalnya, telah lebih dulu membatasi pengalaman pengguna remaja dengan memperkenalkan akun khusus untuk anak di bawah umur. Kedua platform kini berlomba menyesuaikan diri dengan ekspektasi publik dan regulator yang semakin tinggi terhadap perlindungan anak di dunia digital.

Bagi pengguna Indonesia yang tergabung di Snapchat, perubahan ini akan berlaku otomatis tanpa perlu pengaturan manual. Pastikan akun Anda mencantumkan tanggal lahir yang akurat agar filter keamanan bekerja dengan semestinya.

Reporter: Dedi Supriadi
Back to top