TOMOHON — Usia ke-126 tahun kelahiran Pahlawan Nasional Lambertus ‘Babe’ Nicodemus Palar menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Tomohon untuk menghidupkan kembali proyek monument penghormatan. Wali Kota Tomohon Judie Turambi menyatakan bahwa peringatan tahun ini tidak sekadar seremoni, tetapi langkah awal merealisasikan kawasan wisata sejarah di kota kelahiran sang pahlawan.
Rencana pembangunan monumen Babe Palar sebenarnya sudah muncul dalam beberapa tahun terakhir. Namun, berbagai kendala membuat proyek ini belum juga terealisasi. Kini, Pemkot Tomohon berkomitmen untuk mempercepat proses pembangunan dengan menggandeng pihak terkait.
Judie Turambi menyebut bahwa monumen ini nantinya tidak hanya menjadi simbol penghormatan, tetapi juga destinasi wisata edukasi. “Kita ingin generasi muda Tomohon mengenal langsung sosok pahlawan dari daerahnya sendiri,” ujarnya dalam peringatan tersebut.
Lambertus Nicodemus Palar lahir di Tomohon pada 5 Juni 1898. Ia dikenal sebagai diplomat ulung yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia di kancah internasional. Babe Palar menjadi salah satu tokoh kunci dalam pengakuan kedaulatan Indonesia oleh dunia.
Pemkot Tomohon berencana membangun monumen di lokasi yang memiliki nilai historis tinggi. Kawasan wisata ini akan dilengkapi dengan museum mini dan pusat informasi tentang perjuangan Babe Palar.
Pembangunan monumen ini ditargetkan rampung dalam beberapa tahun ke depan. Pemkot Tomohon menganggarkan dana dari APBD dan menjajaki kemungkinan kerja sama dengan pemerintah pusat maupun pihak swasta.
Selain sebagai penghormatan, kawasan wisata ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian lokal. Kehadiran pengunjung bisa menggerakkan UMKM di sekitar lokasi, mulai dari kuliner hingga suvenir khas Tomohon.
Pemkot Tomohon berharap monumen ini dapat menjadi ikon baru kota yang selama ini dikenal sebagai kota bunga dan pusat pendidikan di Sulawesi Utara. Langkah selanjutnya adalah penyusunan detail desain dan penetapan lokasi pembangunan.