MANADO — Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara angkat bicara terkait beredarnya foto Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulut, Jacob Hendrik Pattipeilohy, yang duduk bersama mantan Bupati Kepulauan Sitaro, Tonny Supit. Foto itu viral di media sosial dan dikaitkan dengan kasus hukum yang menjerat Bupati Sitaro petahana, Chyntia Ingrid Kalangit.
Asisten Intelijen Kejati Sulut, Eri Yudianto, menyatakan bahwa foto yang tersebar luas itu merupakan dokumentasi lama dan tidak ada hubungannya dengan perkara yang tengah berjalan.
“Terkait pemberitahuan atau informasi yang beredar di media mengenai foto pimpinan kami (Kajati) yang diindikasikan bertemu dengan tokoh partai politik tertentu, dapat kami jelaskan bahwa foto yang disebarkan tersebut adalah foto lama yang tidak ada kaitannya dengan perkara yang sedang berjalan saat ini,” ujar Eri Yudianto, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, pertemuan itu terjadi di ruang terbuka dan bisa diakses publik. Bahkan, ada pengunjung lain di lokasi yang sama, sehingga mustahil ada pembahasan rahasia terkait perkara pidana di sana.
Eri menilai penyebaran foto ini merupakan upaya untuk membangun opini negatif. “Kami menilai ini adalah upaya pengalihan isu yang mencoba membangun opini bahwa penyidikan ini bersifat pesanan atau by order,” tegasnya.
Ia menegaskan tidak ada motif politik dalam penanganan perkara yang menjadikan Chyntia Ingrid Kalangit sebagai tersangka. Seluruh proses hukum disebut berjalan profesional.
“Tidak ada motif politik dalam perkara ini. Seluruh tim bekerja secara profesional dan tetap menjaga integritas dalam melaksanakan tugas,” tutur Eri Yudianto.
Pihak Kejati juga mengingatkan bahwa sebagai pejabat publik, bertemu dengan siapa pun di tempat umum adalah hal yang wajar. Pertemuan semacam itu tidak bisa serta-merta diartikan sebagai intervensi atau konflik kepentingan.
Eri memastikan tim penyidik Kejati Sulut tetap bekerja sesuai koridor aturan perundang-undangan tanpa tekanan dari pihak mana pun.