SULAWESI UTARA — Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai pengunduran jadwal Piala Asia 2027 ke Desember 2027–Januari 2028 justru menguntungkan Timnas Indonesia. Penundaan akibat situasi geopolitik Timur Tengah itu memberi skuad Garuda waktu persiapan lebih panjang. Erick menyebut agenda FIFA Matchday Maret dan Juni bisa dipakai mematangkan form tim.
Keputusan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menggeser jadwal Piala Asia 2027 sempat menimbulkan tanda tanya di kalangan kontestan. Erick Thohir menegaskan penundaan itu bukan kerugian, melainkan modal tambahan bagi skuad Garuda. Pria yang juga menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga ini menilai keputusan AFC harus dihormati karena merupakan kesepakatan bersama seluruh negara anggota.
Dari Februari ke Desember 2027
Awalnya, Piala Asia dijadwalkan bergulir Februari mendatang di Arab Saudi. Situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah memaksa AFC menggeser turnamen ke periode Desember 2027 hingga Januari 2028. Perubahan itu disepakati seluruh anggota AFC, termasuk PSSI.
"Ya, kalau saya bilang kan itu kesepakatan semua negara kita harus mengikuti. Kalau (bagi) saya (itu) menguntungkan Indonesia," ujar Erick saat ditemui di Jakarta, Kamis (5/11).
Waktu Tambahan untuk Matangkan Taktik
Bagi tim kepelatihan, tambahan waktu berarti ruang lebih luas mematangkan taktik dan performa skuad secara berkelanjutan. Erick menyebut agenda kalender internasional seperti FIFA Matchday pada Maret dan Juni akan dimanfaatkan maksimal untuk mendongkrak kualitas permainan tim asuhan John Herdman.
"Karena dengan itu persiapan kita lebih panjang, kita ada bulan Maret dan Juni untuk bisa meningkatkan form tim," imbuhnya.
Penundaan juga menjaga ritme bertanding pemain tetap konsisten. Selepas uji coba dan pemusatan latihan di paruh pertama tahun ini, skuad Garuda langsung menyongsong jadwal padat di sisa tahun berikutnya.
Bersambung ke Kualifikasi Piala Dunia
Putaran lanjutan Kualifikasi Piala Dunia bergulir September, Oktober, hingga November. Dengan jadwal yang tidak terpotong jeda kompetisi terlalu lama, kondisi fisik dan mental pemain diproyeksikan sudah berada di level optimal.
"Apalagi ditambah nanti di bulan September sudah ada Kualifikasi Piala Dunia, Oktober, November, jadi timnya benar-benar full gear, tidak terpotong terus berhenti," pungkas Erick.
Bagi PSSI, keputusan AFC ini menempatkan persiapan Timnas Indonesia pada jalur yang lebih terukur: tidak ada lagi tuntutan tampil matang di Februari, sementara agenda kualifikasi dunia tetap berjalan sesuai kalender FIFA. Erick memilih membaca penundaan sebagai keuntungan kompetitif, bukan sekadar penyesuaian administratif.