Indeks literasi keuangan warga Sulawesi Utara tercatat lebih tinggi dari rata-rata nasional, namun OJK justru menyoroti kelompok lansia yang masih rentan terjerat pinjol ilegal dan investasi bodong. Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulut-Go) kini memprioritaskan edukasi keuangan bagi masyarakat berusia 51-79 tahun, terutama yang telah memasuki masa pensiun.
MANADO — Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dirilis OJK bersama BPS menunjukkan indeks literasi keuangan Sulawesi Utara mencapai 69,98 persen, mengungguli angka nasional sebesar 69,57 persen. Adapun indeks inklusi keuangan di provinsi itu berada di posisi 94,37 persen, juga di atas capaian nasional yang hanya 93,61 persen.
Angka tersebut mengindikasikan sebagian besar warga Sulut telah memanfaatkan produk jasa keuangan. Namun, tingkat pemahaman terhadap produk itu belum merata di semua kelompok umur.
"Tahun ini kami memprioritaskan beberapa kelompok masyarakat baik dari sisi umur, jenis kelamin maupun strata wilayah," kata Kepala Divisi PEPK & LMS Kantor OJK Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo Budiman P Siahaan di Manado, Selasa.
Modus Kerawanan: Pensiunan Menjadi Sasaran Pinjol Ilegal
Langkah OJK memprioritaskan kelompok usia 51-79 tahun bukan tanpa alasan. Data pengaduan yang masuk ke OJK justru menunjukkan konsumen lanjut usia paling banyak terjerat pinjaman online ilegal dan investasi bodong.
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena kelompok pensiunan kerap memiliki dana tunai dari pembayaran pensiun bulanan, sehingga menjadi target empuk bagi pelaku usaha keuangan tak bertanggung jawab. Meski secara inklusi mereka telah masuk dalam sistem keuangan, pemahaman akan risiko produk-produk yang ditawarkan masih rendah.
Edukasi Langsung ke Pensiunan dan Komunitas Lansia
Menghadapi situasi itu, OJK bersama industri jasa keuangan di Sulut akan mengintensifkan sosialisasi dan edukasi secara langsung kepada pensiunan dan masyarakat lansia. "Kami bersama jasa keuangan yang ada di Sulut akan intens melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pensiunan dan masyarakat lansia," ujar Budiman.
Kegiatan edukasi ini dirancang untuk menjangkau kelompok yang selama ini belum tersentuh literasi dengan baik. Fokus utamanya adalah memperkuat pemahaman tentang produk perbankan, asuransi, hingga cara mengenali modus investasi ilegal.
Kepala OJK Sulut-Gorontalo Robert Sianipar menambahkan bahwa penguatan literasi ini merupakan bagian dari agenda tahunan yang menargetkan pemerataan pemahaman keuangan. Dengan indeks inklusi yang sudah tinggi, tantangan berikutnya adalah memastikan setiap warga yang terinklusi juga paham betul hak dan risikonya sebagai konsumen jasa keuangan.