KOTAMOBAGU — Sebanyak 30 personel Polres Kotamobagu mengikuti latihan Pengendalian Massa (Dalmas) yang dipantau langsung oleh Kapolres AKBP Abdul Kholik di halaman Mapolres, Rabu (19/8/2026). Kegiatan yang dipimpin Kasat Samapta AKP Pauldi Sihotang ini dirancang untuk mengasah ketangkasan sekaligus membangun kekompakan satuan saat menghadapi eskalasi situasi di tengah masyarakat.
Kapolres tidak datang sendirian. Ia didampingi Wakapolres Kompol Romel J.A. Pontoh dan jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Kotamobagu dalam memantau setiap tahapan latihan.
Bukan Sekadar Latihan Fisik, tapi Soal Mental dan Profesionalisme
AKBP Abdul Kholik menegaskan bahwa pengendalian massa bukan hanya soal kekuatan fisik personel di lapangan. Ia menyoroti pentingnya kemampuan teknis dan kekompakan antaranggotanya sebagai kunci utama dalam bertindak cepat dan tepat.
"Latihan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk meningkatkan kesiapan dan kemampuan personel. Saya berharap seluruh anggota mengikuti setiap tahapan dengan serius," ujar Kapolres di sela-sela pemantauan.
Sikap Humanis Jadi Prioritas di Tengah Ketegangan
Di tengah penekanan pada kesiapan teknis, Kapolres juga mengingatkan para personel untuk tidak melupakan sisi kemanusiaan. Ia meminta setiap anggota mengedepankan sikap humanis dan profesionalisme saat bertugas, tanpa mengesampingkan regulasi yang berlaku.
Menurutnya, pendekatan yang humanis justru menjadi senjata utama untuk meredam potensi konflik sebelum terjadi tindakan represif. Hal ini dinilai krusial agar kehadiran polisi di lapangan tidak memicu ketegangan baru.
Latihan Rutin untuk Jamin Rasa Aman Warga
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan satuan yang dilakukan secara terstruktur dan rutin. Polres Kotamobagu berkomitmen memberikan rasa aman dan pelayanan terbaik bagi masyarakat melalui kesiapan personel yang terukur.
Dengan latihan berkala, diharapkan setiap anggota memiliki refleks yang sama ketika menghadapi situasi tak terduga. Kesiapan ini pula yang menjadi modal utama Polres Kotamobagu dalam menjaga kondusivitas wilayah menjelang berbagai agenda besar daerah.