BOLMUT — Pengawasan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara diperketat. Kepala Regional KPPG Sulawesi Utara, Ny. Deviana Mokodongan, S.AP., bersama jajarannya melakukan inspeksi mendadak ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tombolango pada Sabtu (22/8/2026).
Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Tim KPPG Sulut menyisir langsung bagian-bagian krusial yang menentukan layak tidaknya makanan dibagikan kepada penerima manfaat.
Area Dapur Hingga Pembuangan Sampah Jadi Sasaran Pemeriksaan
Dalam pemantauan tersebut, Deviana didampingi Warek Rivaldo G. Ering, S.AB., dan Korwil Ny. Marshella Agansi, S.Kep., Ns. Mereka meninjau secara berurutan area dapur, kantor, sistem pengelolaan dan pembuangan sampah, hingga proses penyajian makanan.
Pemeriksaan menyeluruh ini bertujuan memastikan setiap tahapan pelayanan berjalan dengan baik. Kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
Instruksi Tegas ke Jajaran SPPG: Terus Berbenah
Di sela-sela kunjungan, Deviana menyampaikan apresiasi atas kinerja jajaran SPPG Tombolango yang dinilai terus berupaya menjalankan pelayanan. Namun, ia menekankan agar tidak ada rasa puas diri.
“Apresiasi kami sampaikan kepada SPPG Tombolango. Terus berbenah dan tingkatkan pelayanan, sehingga pelaksanaan program MBG dapat berjalan semakin baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Deviana.
Instruksi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa evaluasi berkala akan terus dilakukan. Standar pelayanan tidak boleh stagnan dan harus selalu ditingkatkan seiring berjalannya program.
Komitmen Kepala SPPG Jaga Kualitas dan Kebersihan
Menanggapi pengawasan tersebut, Kepala SPPG Tombolango-Bolmut, Tesal Kobandaha, menyambut baik sekaligus menjadikannya sebagai bahan evaluasi internal. Ia memastikan seluruh tim berkomitmen menjaga kualitas makanan dan kebersihan.
“Kami tentu sangat berterima kasih atas kunjungan dan monitoring ini. Bagi kami, ini menjadi motivasi sekaligus bahan evaluasi untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan terbaik dalam pelaksanaan program MBG,” kata Tesal.
Tesal menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pembenahan di berbagai aspek pelayanan. Targetnya jelas, program MBG harus berjalan optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi penerima manfaat.
Koordinasi Pengawasan Jadi Kunci Keberhasilan MBG
Monitoring berkala seperti ini dinilai penting untuk memperkuat koordinasi antara pengawas dan pelaksana di lapangan. Dengan pengawasan yang konsisten, kualitas pelayanan diharapkan terus meningkat.
“Dengan monitoring secara berkala, kualitas pelayanan terus meningkat, sehingga tujuan program pemenuhan gizi bagi masyarakat dapat terlaksana dengan baik,” pungkasnya.