SULAWESI UTARA — Google melanjutkan agenda rilis perangkat kerasnya dengan membuka akses factory image untuk jam tangan pintar terbaru, Pixel Watch 5. Langkah ini datang hanya beberapa jam setelah perusahaan mengumumkan lini Pixel 11. Yang menarik, untuk pertama kalinya Google hanya menyediakan satu build firmware terpadu untuk semua varian Pixel Watch 5.
Build Terpadu CD5A.260611.00
Build tunggal dengan kode CD5A.260611.00 ini berlaku untuk seluruh varian Pixel Watch 5. Sebelumnya, Google selalu merilis build terpisah untuk model Bluetooth/Wi-Fi dan model LTE. Penyatuan ini kemungkinan besar untuk merampingkan proses build internal dan memudahkan distribusi pembaruan ke pengguna.
Pixel Watch 5 sendiri memiliki nama kode "goteria". Sebelumnya, bocoran di Google Play Console sempat menyebutkan nama "godric". Pola penamaan ini konsisten dengan gaya Google yang kerap menggunakan plesetan kata untuk nama kode internal.
Wear OS 7 dan Android 17
Pixel Watch 5 menjadi perangkat pertama yang membawa Wear OS 7, yang dibangun di atas Android 17. Sistem operasi ini sebelumnya sudah dirilis Google pada Juni lalu untuk perangkat yang sudah ada. Belum ada konfirmasi resmi mengenai fitur eksklusif apa saja yang hanya akan tersedia di Pixel Watch 5 dan tidak akan dibawa ke generasi lama.
Pembaruan berikutnya untuk Pixel Watch 5 diperkirakan hadir pada September mendatang, bersamaan dengan jadwal Q3 Pixel Drop. Ini menjadi pola yang cukup konsisten dari Google untuk memberikan pembaruan fitur berkala.
Proses Flash yang Lebih Rumit
Bagi pengguna yang ingin melakukan flashing factory image secara manual, perlu bersiap dengan proses yang tidak mudah. Sama seperti tahun lalu, Pixel Watch 5 membutuhkan debug adapter khusus yang hanya didistribusikan Google secara undangan. Ini menjadi catatan tersendiri, terutama jika dibandingkan dengan kemudahan flashing pada Pixel Watch 2 dan 3 yang masih menggunakan kabel standar.
Kebijakan ini praktis membatasi aktivitas flashing hanya untuk pengembang dan komunitas modding yang sudah memiliki akses ke adapter tersebut. Pengguna umum yang ingin mencoba build terbaru disarankan menunggu pembaruan OTA reguler.
Dampak untuk Pengguna Indonesia
Bagi pengguna Pixel Watch 5 di Indonesia, penyatuan build ini sebenarnya kabar baik. Proses pembaruan ke depannya akan lebih sederhana, dan risiko kesalahan unduh firmware untuk varian yang salah bisa diminimalkan. Namun, perlu dicatat bahwa Pixel Watch 5 belum resmi dipasarkan di Indonesia, sehingga pengguna lokal umumnya memakai unit impor.
Dengan satu build untuk semua varian, Google juga menunjukkan komitmennya untuk menyederhanakan ekosistem Wear OS. Ini langkah yang masuk akal mengingat pangsa pasar wearable Android yang semakin kompetitif, terutama dengan hadirnya kompetitor dari Samsung dan Garmin.
Pixel Watch 5 menjadi pilihan menarik bagi pengguna Android yang sudah terikat dengan ekosistem Google, terutama mereka yang mengutamakan pembaruan software rutin dan integrasi layanan Google yang erat. Namun, untuk pengguna awam yang baru beralih ke Wear OS, proses flashing yang rumit ini tidak akan banyak berpengaruh karena pembaruan OTA tetap berjalan normal.