LABUAN BAJO — Dorongan percepatan perbaikan infrastruktur terdampak gempa Magnitudo 7,7 di Pulau Flores, NTT, disampaikan Menteri PU Dody Hanggodo dalam rapat koordinasi darurat di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Minggu (16/8/2026).
Rakor yang dipimpin Menko PMK Pratikno ini turut dihadiri sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, unsur TNI dan Polri, serta kepala daerah setempat, membahas perkembangan lapangan dan percepatan penanganan kebutuhan warga terdampak.
Menteri Dody memaparkan progres kerja Kementerian PU lewat Unit Pelaksana Teknis (UPT) di NTT, meliputi pemeriksaan ruas jalan dan jembatan terdampak serta koordinasi penanganan titik yang masih mengalami gangguan.
"Pagi tadi kami sudah cek kondisi di lapangan. Untuk beberapa titik sudah mulai tertangani, tetapi masih ada yang perlu kami selesaikan. Ada satu jembatan yang masih harus ditangani dan kami terus berpacu agar bisa segera ditangani," kata Menteri Dody.
Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya turut menyiapkan dukungan air bersih bagi warga terdampak, berupa sarana dan peralatan pendukung yang dimobilisasi ke lokasi yang membutuhkan.
Di Kabupaten Nagekeo, tiga unit Mobil Tangki Air (MTA) sudah tersedia — dua unit di lokasi, satu unit pinjam pakai dari penanganan banjir Mauponggo yang dialihkan mendukung penanganan gempa — dilengkapi 16 unit hidran umum (HU), terdiri dari 8 unit dukungan baru dan 8 unit pinjam pakai dari penanganan banjir yang sama.
Jajaran UPT di lapangan sudah diinstruksikan Menteri Dody untuk bergerak menangani titik-titik yang membutuhkan penanganan.
"Kami sudah koordinasikan dengan teman-teman balai (UPT) untuk bergerak ke titik-titik yang membutuhkan penanganan. Kalau ada kebutuhan tambahan, kami siap membantu dan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga lain," kata Dody Hanggodo.
"Yang penting sekarang bagaimana kebutuhan masyarakat bisa segera kita layani," ujar Menteri Dody.
Kerja lintas kementerian dan lembaga, termasuk pemerintah daerah, TNI, dan Polri, ditegaskan Menteri Dody sebagai kunci penanganan bencana ini. UPT NTT akan terus memantau kondisi infrastruktur terdampak dan mempercepat penanganan titik yang mengganggu konektivitas, demi memastikan akses masyarakat dan distribusi bantuan tetap berjalan selama masa tanggap darurat pascagempa Flores.