MANADO — Kepala Kanwil Kemenag Sulut Ulyas Taha menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang sedang berlangsung. Ia meminta para pegawai untuk memperhatikan imbauan keselamatan yang telah disosialisasikan melalui surat pemberitahuan resmi.
"Para pegawai juga memperhatikan aspek keselamatan sebagaimana diimbau dalam surat pemberitahuan, yakni meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di musim kemarau," kata Ulyas Taha di Manado, Kamis.
Larangan tegas pun disampaikan. Aktivitas membakar sampah, baik saat pelaksanaan kerja bakti maupun di lingkungan tempat tinggal masing-masing, dilarang selama musim kemarau ini berlangsung.
Larangan Bakar Sampah dan Semangat Gotong Royong ASN
Kegiatan kerja bakti yang diikuti seluruh jajaran ASN Kemenag Sulut ini merupakan tindak lanjut dari surat instruksi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Instruksi tersebut mewajibkan seluruh instansi vertikal, BUMN, dan BUMD untuk berpartisipasi dalam Gerakan Indonesia Asri.
Ulyas menambahkan, semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan yang ditunjukkan oleh ASN diharapkan menjadi contoh nyata bagi lapisan masyarakat. Kerja bakti dimulai sejak pukul 08.00 WITA dengan menyasar halaman kantor, lingkungan sekitar, hingga jalan protokol di depan kantor.
Para pegawai dari berbagai tingkatan jabatan terlihat bergotong royong menyapu halaman, memangkas rumput, membersihkan saluran air, hingga menata kembali taman. Kebersamaan ini dinilai mencerminkan semangat pengabdian bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Membangun Budaya Kerja Disiplin dan Peduli Lingkungan
Menurut Ulyas, lingkungan kerja yang bersih dan tertata rapi bukan sekadar kenyamanan visual. Hal itu secara langsung berdampak pada kualitas pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat yang datang ke kantor Kemenag Sulut.
"Budaya bersih harus menjadi karakter setiap ASN. Lingkungan yang nyaman akan menghadirkan semangat bekerja yang lebih baik sekaligus memberikan kesan positif kepada masyarakat yang dilayani," ujarnya.
Kerja bakti ini, lanjut Ulyas, bukanlah sekadar kegiatan rutin seremonial. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya kerja yang disiplin, peduli, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.
Kepedulian Kebersihan Harus Jadi Kebiasaan Harian
Kabag Tata Usaha Kemenag Sulut Basri Saenong menambahkan bahwa kepedulian terhadap kebersihan seharusnya tidak berhenti setelah kegiatan kerja bakti usai. Ia mengajak seluruh ASN menjadikannya sebagai kebiasaan sehari-hari.
Basri menilai lingkungan kantor yang terawat merupakan cerminan profesionalisme aparatur negara dalam menjalankan tugas dan amanah pelayanan. Melalui kegiatan ini, Kanwil Kemenag Sulut berupaya memperkuat nilai gotong royong dan tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih, hijau, sehat, dan nyaman.