TOMOHON — Operasi pencarian yang berlangsung sekitar enam jam berakhir dengan hasil membahagiakan. Keempat pendaki yang sempat dilaporkan hilang kontak di Gunung Lokon ditemukan dalam kondisi selamat dan langsung dievakuasi ke Posko SAR.
Humas Basarnas Sulut, Nuriadin Gumeleng, membenarkan bahwa seluruh pendaki telah ditemukan. "Seluruh pendaki ditemukan dalam keadaan selamat setelah dilakukan operasi pencarian secara intensif," ujarnya di Manado, Minggu.
Kronologi Hilangnya Kontak dan Proses Pencarian
Laporan awal diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado pada Sabtu (1/7) pukul 22.16 WITA. Pelapor bernama Julio menginformasikan bahwa rombongan mengalami kesulitan saat berada di jalur pendakian.
Tim Rescue bergerak cepat dan berangkat menuju lokasi hanya 20 menit setelah laporan masuk, tepatnya pukul 22.36 WITA. Setibanya di kaki Gunung Lokon pada pukul 02.00 WITA, tim langsung berkoordinasi dengan Polsek Kinilow dan keluarga pendaki sebelum memulai penyisiran.
Identitas Pendaki dan Titik Ditemukan
Keempat pendaki yang dievakuasi adalah Luis (21), Rainford (19), Julio (21), dan Valerio (20). Mereka ditemukan berkumpul di puncak Gunung Lokon, titik tertinggi yang menjadi tujuan pendakian mereka.
Seluruh pendaki tiba di Posko SAR pada pukul 06.30 WITA dan langsung diserahkan kepada keluarga masing-masing. Proses evakuasi berjalan lancar tanpa kendala berarti meski harus dilakukan dalam kondisi minim cahaya.
Keterlibatan Unsur SAR dan Imbauan Keselamatan
Operasi SAR melibatkan Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado, Polsek Kinilow, PMI Tomohon, RAPI Tomohon, serta sejumlah komunitas pecinta alam seperti KPA Vulkano, KPA Rajawali, dan KPA Tunas Muda.
Kepala Basarnas Sulawesi Utara, George Mercy Randang, mengingatkan para pendaki untuk tidak mengabaikan faktor keselamatan. Ia menekankan pentingnya persiapan perlengkapan yang memadai dan tidak memaksakan diri saat cuaca buruk.
Randang juga meminta setiap pendaki memeriksa status aktivitas gunung sebelum memulai pendakian. Gunung Lokon merupakan salah satu gunung api aktif di Sulawesi Utara yang statusnya kerap berubah-ubah, sehingga pemantauan informasi resmi dari PVMBG menjadi langkah awal yang wajib dilakukan.