SULAWESI UTARA — Sebelum tren SUV menyatu ke satu formula desain kotak dan aerodinamis yang kita lihat sekarang, pabrikan otomotif dunia sempat melempar berbagai konsep dan gaya yang sangat kontras. Beberapa di antaranya bahkan tampil dengan pendekatan yang sulit dikategorikan sebagai SUV konvensional. Dari segi visual, proporsi, hingga fungsi, model-model ini membuktikan bahwa kreativitas pernah begitu liar di segmen kendaraan serba guna.
Desain Eksterior yang Membelah Opini Publik
Tidak semua SUV lahir untuk tampang gagah atau tangguh. Ambil contoh Nissan Juke generasi pertama yang meluncur di 2010. Lampu bulat besar di kap mesin dan posisi lampu sein di pilar samping membuatnya tampak seperti makhluk dari planet lain. Di Indonesia, Juke sempat jadi rebutan anak muda yang ingin tampil beda, meski orang tua cenderung mengernyitkan dahi.
Lalu ada Fiat Multipla versi facelift yang meski secara teknis adalah MPV, posisi duduk 3-3 dan wajah depannya yang asimetris membuatnya kerap disebut SUV paling jelek sepanjang masa. Di Eropa, Multipla sempat dijuluki "kulkas beroda" karena bentuknya yang kotak dan aneh.
SUV Roda Tiga dan Konsep Hybrid Ekstrem
Salah satu yang paling nyeleneh adalah Polymobil buatan Jerman Timur di era 1970-an. Kendaraan ini hanya punya tiga roda dan bodi dari fiberglass, tapi mampu melaju di medan off-road ringan. Tidak ada pabrikan lain yang berani mengulang formula roda tiga untuk SUV komersial hingga kini.
Di sisi konsep, Jeep Hurricane dari 2005 punya empat roda kemudi yang memungkinkannya berputar di tempat seperti tank. Tenaganya 670 hp dari mesin HEMI V8 ganda, tapi tidak pernah masuk produksi massal. Konsep ini hanya jadi bahan perbincangan di pameran mobil hingga sekarang.
SUV yang Terlalu Aneh untuk Zamannya
Pontiac Aztek adalah contoh klasik: diluncurkan 2001, desainnya terlalu futuristik dengan panel plastik abu-abu di seluruh bodi. Publik Amerika saat itu belum siap. Aztek akhirnya menjadi salah satu mobil paling gagal dalam sejarah GM, meski kini dianggap kultus di kalangan kolektor.
Dari Jepang, Mitsubishi Pajero Evolution versi dua pintu dengan sayap belakang raksasa juga masuk daftar. Mesin diesel turbo 2.8 liter dan suspensi balap rally membuatnya sangat liar di jalan raya, tapi hanya 2.500 unit diproduksi untuk homologasi. Di Indonesia, beberapa unit masih berkeliaran di komunitas off-road ekstrem.
Pelajaran dari Masa Lalu untuk Masa Depan
Meski sebagian besar model ini tidak bertahan lama di pasaran, mereka meninggalkan jejak penting. Pabrikan belajar bahwa konsumen SUV menginginkan keseimbangan antara fungsi dan estetika yang mudah diterima. Namun, tanpa keberanian seperti Polymobil atau Aztek, industri otomotif tidak akan punya cerita tentang batas kreativitas yang pernah diterabas.
Kini, dengan tren elektrifikasi, beberapa pabrikan mulai kembali bereksperimen. Tapi belum ada yang se-ekstrem delapan model ini dalam hal keberanian desain dan konsep.