Pencarian

Pengusaha Manado Impor 546 Bibit Babi Hidup dari Denmark, Bantu Tutup Kekurangan 4 Juta Ekor per Tahun Akibat ASF

Jumat, 10 Juli 2026 • 19:14:01 WIB
Pengusaha Manado Impor 546 Bibit Babi Hidup dari Denmark, Bantu Tutup Kekurangan 4 Juta Ekor per Tahun Akibat ASF
Pengusaha Manado resmi impor 546 bibit babi hidup dari Denmark untuk atasi kekurangan pasokan akibat ASF.

MANADO — Kekurangan 4 juta ekor babi per tahun di Indonesia akibat wabah demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) mulai dicarikan solusi. Pengusaha di Kota Manado mengambil langkah pertama dengan mendatangkan 546 ekor bibit babi hidup dari Denmark.

Ketua Asosiasi Monogastrik Indonesia (AMI), Sauland Sinaga, menyebut langkah ini sebagai awal yang baik. "Baru pertama kali ini Indonesia mengimpor bibit babi dari Denmark dalam kondisi hidup, dan ini menjadi awal yang bagus untuk meningkatkan populasi," katanya dalam keterangan tertulis di Manado, Jumat.

Proses impor ini merupakan hasil negosiasi antara pemerintah Indonesia dan Denmark. Setelah kesepakatan tercapai, pemerintah menawarkan pelaksanaannya ke pihak swasta. Perusahaan asal Manado itu yang menyanggupi.

Keunggulan Genetik Babi Denmark: 14 Anak per Kelahiran

Sauland menjelaskan, bibit babi Denmark memiliki biosekuriti tinggi dan kualitas genetik unggul. Kombinasi ras Landrace–Yorkshire (LY) disebut mampu menghasilkan 14 anak per induk per kelahiran.

"Rata-rata nasional satu induk babi hanya dapat menghasilkan 8 ekor yang dapat dijual. Dengan bibit unggul asal Denmark ini bisa meningkatkan 14 anak, ada peningkatan 6 babi per kelahiran," ujar Sauland.

Selain jumlah anak yang banyak, keunggulan lain adalah Feed Conversion Ratio (FCR) yang rendah. Artinya, pakan yang dibutuhkan untuk menghasilkan setiap kilogram bobot babi lebih sedikit, sehingga biaya produksi peternak lebih efisien.

Apakah Impor Ini Akan Monopoli Pasar?

Sauland membantah kekhawatiran tersebut. Menurutnya, pasokan bibit babi unggul asal Denmark masih terbatas sementara permintaan pasar sangat tinggi. Peternak justru diajak memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli bibit ke perusahaan swasta yang mendatangkannya.

"Jauh kalau ada pemikiran monopoli untuk produksi bibit babi. Masyarakat harus memanfaatkan ini," tegasnya.

Ia menambahkan, pekerjaan rumah selanjutnya adalah meningkatkan populasi babi unggul kombinasi LY di Indonesia. Caranya dengan memperbanyak peternak dan menyebarkan jenis ini ke beberapa daerah.

Proses Ketat Sejak di Denmark

Sebelum diterbangkan ke Indonesia, seluruh bibit babi telah menjalani masa karantina selama 20 hari di Denmark. Setibanya di Bandara Sam Ratulangi, petugas karantina langsung memeriksa dokumen dan kondisi fisik ternak.

Bibit babi kemudian diangkut menggunakan truk yang telah disterilisasi dengan cairan disinfektan. Selanjutnya, mereka dibawa ke Instalasi Karantina Hewan (IKH) untuk menjalani masa observasi dan pengujian laboratorium lanjutan.

Sauland memastikan bibit babi dari Denmark sudah dinyatakan bebas penyakit, termasuk ASF. Proses impor melalui seleksi kesehatan ketat oleh pemerintah kedua negara. Denmark disebut sebagai salah satu rujukan genetik babi terbaik di dunia.

Bagikan
Sumber: manado.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks