Pencarian

Review Apolosign 32-inch Smart Portable TV: Android Tablet 4K Roda untuk Presentasi dan Signage

Senin, 06 Juli 2026 • 13:14:01 WIB
Review Apolosign 32-inch Smart Portable TV: Android Tablet 4K Roda untuk Presentasi dan Signage
Apolosign 32-inch Smart Portable TV hadir dengan layar sentuh 4K dan sistem Android 16 untuk presentasi interaktif.

SULAWESI UTARA — Apolosign 32-inch Smart Portable TV bukan TV biasa. Perangkat ini menggabungkan layar sentuh 4K 32 inci, tablet Android 16, baterai internal, dan dudukan beroda dalam satu paket. Targetnya jelas: signage promosi, presentasi interaktif, hingga kios informasi di pameran atau ruang kelas.

Spesifikasi Utama Apolosign 32-inch

  • Prosesor: Rockchip RK3576 (8nm, octa-core: 4x Cortex-A72 + 4x Cortex-A53)
  • GPU: Mali-G52 MC3
  • RAM: 8 GB
  • Penyimpanan: 256 GB
  • Layar: 32 inci, 4K (3840x2160), IPS, 10-point capacitive touch, 300 nits, refresh 60Hz
  • Baterai: 15.000 mAh dual-cell (14,8V)
  • Konektivitas: Wi-Fi 6, Bluetooth 5.3
  • Port: HDMI, USB (di panel belakang layar)
  • OS: Android 16 (update dari Android 15 saat pertama dinyalakan)
  • Berat: 22 kg (dalam kotak)
  • Aksesori: Webcam 4K, remote control

Desain dan Kemudahan Perakitan

Unit terdiri dari base berat berisi baterai, tiang dua bagian, dan monitor yang dipasang dengan mount VESA 100. Sayangnya, perakitan butuh dua orang karena bobotnya. Instruksi di tutup kotak juga punya masalah: label sekrup B3x16 ternyata menunjuk ke sekrup yang salah untuk tahap awal, meski semua komponen tetap bisa dipasang dengan mencari sekrup yang benar di kantong lain.

Setelah jadi, dudukan bisa tilt, rotate, swivel, dan vertikal 18 cm. Roda casters memudahkan mobilitas, tapi risiko terguling di permukaan miring cukup nyata. Apolosign menyertakan karet penahan roda jika unit tidak perlu dipindah-pindah.

Kualitas Layar: IPS 4K dengan Kelemahan Uniformity

Panel IPS 32 inci ini punya gamut warna yang lumayan: 95% sRGB, 79% AdobeRGB, dan kontras maksimal 1860:1 — di bawah klaim 3000:1. Kecerahan puncak 287,8 nits, cukup untuk ruang indoor, tapi kurang di bawah sinar langsung.

Kelemahan utama ada di luminance uniformity. Karena desain edge-lit, cahaya tidak merata: sudut kiri atas lebih terang, sementara bagian bawah tengah dan kanan bisa lebih gelap hingga 22% di kecerahan 50%. Sudut pandang 178 derajat masih oke untuk dilihat banyak orang.

Performa: Tablet Biasa, Layar di Atas Rata-rata

SoC Rockchip RK3576 dengan NPU 6 TOPS cukup untuk navigasi Android, streaming video, dan aplikasi signage. Namun, hasil benchmark menempatkannya di kelas entry-level: Geekbench 6 single-core 344, multi-core 1228, dan PCMark 3.0 6164. Game 3D berat bukan domainnya — skor Wildlife Extreme hanya 241.

Yang mengejutkan, baterai 15.000 mAh bertahan 8 jam 23 menit dalam tes PCMark dengan layar 120 nits. Lebih lama dari klaim pabrik 6 jam. Tapi pengisian daya lambat: butuh 6 jam jika perangkat menyala, atau sekitar 2 jam jika dimatikan.

Harga dan Ketersediaan

Di AS, Apolosign 32-inch Smart Portable TV dibanderol USD 819 (sekitar Rp 13,5 juta) langsung dari pabrikan atau Amazon. Di Inggris £999,99, dan Eropa €1.099,99. Belum ada informasi resmi untuk pasar Indonesia.

Varian lebih murah tersedia: 1080p 32 inci USD 719, dan 1080p 24 inci USD 619. Tapi untuk pengalaman sentuh 4K, varian ini yang paling optimal.

Kesimpulan: Untuk Siapa?

Apolosign 32-inch Smart Portable TV bukan perangkat untuk semua orang. Dengan bobot 22 kg dan harga di atas Rp 10 juta, ini jelas bukan TV rumah biasa. Tapi untuk kebutuhan signage mobile, presentasi interaktif, atau kios informasi di pameran dan ruang kelas, perangkat ini menawarkan solusi all-in-one yang jarang ada pesaingnya.

Jika Anda butuh layar sentuh 4K besar yang bisa dipindah tanpa kabel dan dioperasikan dengan Android, pilihannya sangat terbatas. Apolosign mengisi celah itu dengan cukup baik, meski ada kompromi di kualitas panel dan performa tablet.

Bagikan
Sumber: techradar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks