Pencarian

Wakil Wali Kota Manado Minta 7.000 Lebih ASN Jadi Pelopor Pembudayaan Pancasila di Tengah Masyarakat

Senin, 01 Juni 2026 • 14:39:07 WIB
Wakil Wali Kota Manado Minta 7.000 Lebih ASN Jadi Pelopor Pembudayaan Pancasila di Tengah Masyarakat
Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang mengajak lebih dari 7.000 ASN menjadi pelopor pembudayaan Pancasila di masyarakat.

MANADO — Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang secara resmi meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Manado untuk menjadi pelopor dalam penguatan dan pembudayaan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat. Seruan ini disampaikan dalam sebuah forum internal yang digelar baru-baru ini, menekankan peran strategis birokrasi sebagai garda depan ideologi bangsa.

Menurut Richard, ASN tidak hanya bertugas sebagai pelayan publik, tetapi juga harus menjadi teladan dalam mengimplementasikan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai, tantangan globalisasi dan derasnya arus informasi digital kerap menggerus pemahaman generasi muda terhadap ideologi negara.

"ASN harus menjadi contoh. Jika ASN sudah mampu mengamalkan Pancasila, maka masyarakat akan dengan sendirinya mengikuti. Ini tanggung jawab moral kita semua," ujar Richard dalam pernyataannya.

Mengapa ASN Ditunjuk Sebagai Ujung Tombak?

Langkah ini diambil karena ASN memiliki jangkauan hingga ke level kelurahan dan lingkungan. Dengan jumlah ribuan personel yang tersebar di 9 kecamatan dan 87 kelurahan, Pemkot Manado menilai aparatur sipil adalah agen perubahan yang paling efektif untuk menyosialisasikan nilai kebangsaan.

Richard menambahkan, pembudayaan Pancasila tidak boleh berhenti pada seremoni atau upacara bendera saja. Ia mendorong agar nilai-nilai seperti gotong royong, musyawarah, dan keadilan sosial benar-benar dihidupkan dalam pelayanan publik dan interaksi sehari-hari antara ASN dan warga.

Tantangan Ideologi di Era Digital

Pemkot Manado menyadari bahwa penguatan ideologi menghadapi persaingan ketat dengan konten-konten negatif di media sosial. Radikalisme, intoleransi, dan hoaks kerap menyasar generasi muda yang akrab dengan gawai. Oleh karena itu, peran aktif ASN sebagai filter informasi dan panutan dianggap krusial.

Richard meminta setiap dinas dan badan untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam program kerja masing-masing, bukan sekadar menjadi materi dalam seminar atau rapat koordinasi. Ia ingin ada aksi nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Manado.

"Jangan hanya jadi slogan. Saya ingin melihat gotong royong dalam kerja bakti, musyawarah dalam rapat RT/RW, dan keadilan dalam pemberian layanan. Itulah Pancasila yang hidup," tegasnya.

Fakta Singkat: Peran ASN dalam Pembudayaan Pancasila

  • Pelopor: ASN dituntut menjadi contoh pertama dalam mengamalkan Pancasila sebelum menyosialisasikannya ke publik.
  • Jangkauan Luas: Dengan ribuan personel di 9 kecamatan dan 87 kelurahan, ASN menjadi corong ideologi yang paling efektif.
  • Filter Informasi: Di era digital, ASN diharapkan mampu menjadi benteng bagi masyarakat dari pengaruh radikalisme dan hoaks.

Langkah Pemkot Manado ini sejalan dengan Instruksi Presiden tentang penguatan ideologi Pancasila di seluruh lini birokrasi. Ke depan, Pemkot akan mengevaluasi implementasi nilai-nilai Pancasila dalam Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap pelayanan publik.

Bagikan
Sumber: manadopost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks