SANGIHE — Aktivitas kegunungapian di perbatasan utara Sulawesi Utara kembali meningkat. Gunung Api Awu yang berada di Kabupaten Kepulauan Sangihe resmi menyandang status Siaga setelah serangkaian gempa vulkanik terekam dalam jumlah signifikan oleh pos pengamatan setempat.
Lonjakan Gempa Vulkanik Dangkal Jadi Pemicu Kenaikan Status
Berdasarkan laporan pengamatan pada Rabu (20/5/2026), PVMBG mencatat peningkatan drastis pada gempa vulkanik dangkal. Sebanyak 13 kali gempa jenis ini terjadi dalam rentang waktu pengamatan, disertai satu kali gempa vulkanik dalam dan 12 kali gempa tektonik jauh.
“Gunung Awu Level III (Siaga),” demikian bunyi laporan resmi dari KESDM, Badan Geologi, dan PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Awu yang diterima media, Rabu (20/5/2026).
Larangan Aktivitas dalam Radius 4 Kilometer dari Kawah
Menyusul status terbaru ini, PVMBG mengeluarkan rekomendasi tegas. Seluruh masyarakat, pengunjung, dan wisatawan dilarang mendekati serta melakukan aktivitas apa pun di dalam radius empat kilometer dari kawah puncak Gunung Awu.
Secara visual, gunung terlihat jelas hingga kabut 0-I, namun asap kawah tidak teramati. Suhu udara di sekitar lokasi berkisar antara 21 hingga 29 derajat Celcius dengan kelembaban udara 64 hingga 78 persen. Angin bertiup lemah ke arah barat.
Imbauan untuk Warga: Jangan Terpancing Isu yang Tak Bisa Dipertanggungjawabkan
PVMBG juga mengimbau agar masyarakat di sekitar Gunung Awu tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya terkait aktivitas gunung tersebut. Warga diminta untuk mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Peningkatan status ini menjadi peringatan dini bagi warga yang bermukim di lereng dan sekitar gunung untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya erupsi, meskipun secara visual aktivitas permukaan belum menunjukkan perubahan signifikan.