Pencarian

Minahasa Utara Jadi Episentrum Koperasi Merah Putih di Sulut, Tahap Kedua Siapkan 70 Titik

Sabtu, 16 Mei 2026 • 23:11:01 WIB
Minahasa Utara Jadi Episentrum Koperasi Merah Putih di Sulut, Tahap Kedua Siapkan 70 Titik
Peresmian 1.061 Koperasi Merah Putih serentak di Sulawesi Utara berlangsung di Minahasa Utara, Sabtu (16/5/2026).

MINAHASA UTARA — Sebanyak 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) resmi dioperasikan serentak di Sulawesi Utara pada Sabtu (16/5/2026). Peresmian dipusatkan di Koperasi Desa Merah Putih Desa Kauditan II, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, dan dihadiri Gubernur Yulius Selvanus bersama jajaran Forkopimda. Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan secara virtual, menempatkan koperasi sebagai instrumen utama penggerak ekonomi rakyat hingga tingkat desa dan kelurahan.

Gubernur: Jangan Sampai Berhenti di Seremoni

Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menekankan bahwa koperasi harus benar-benar hadir sebagai penggerak ekonomi masyarakat desa, bukan sekadar seremoni peresmian. “Koperasi harus menjadi wadah pemberdayaan masyarakat dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga desa,” katanya. Ia menambahkan, tata kelola yang profesional dan keberpihakan terhadap kebutuhan warga akan menentukan keberhasilan program.

Minahasa Utara Paling Agresif, Siapkan 70 Titik Baru

Bupati Minahasa Utara Joune Ganda, yang diwakili Sekretaris Daerah Novly Wowiling, menyebutkan bahwa sudah terdapat 31 titik Koperasi Merah Putih tahap pertama di wilayah tersebut. Dari jumlah itu, tiga titik masih dalam proses penyelesaian dan satu koperasi telah resmi beroperasi. “Untuk tahap pertama, Minahasa Utara kemungkinan menjadi daerah terbanyak di Sulut dalam pengembangan Koperasi Merah Putih,” ujar Novly.

Pemkab Minahasa Utara tidak berhenti di situ. Mereka menyiapkan ekspansi tahap kedua dengan target sekitar 70 titik koperasi baru. Langkah ini menjadikan Minahasa Utara sebagai episentrum program Koperasi Merah Putih di Sulawesi Utara.

Koneksi dengan Program Makan Bergizi Gratis

Menurut Novly Wowiling, kehadiran Koperasi Merah Putih tidak hanya memperkuat aktivitas ekonomi pedesaan, tetapi juga berpotensi terkoneksi dengan program strategis nasional lain, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan skema itu, koperasi desa diproyeksikan menjadi simpul distribusi dan penguatan rantai ekonomi lokal—mulai dari sektor pangan, UMKM, hingga pemberdayaan masyarakat desa.

Program Koperasi Merah Putih disebut sebagai langkah strategis pemerintah pusat untuk memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan. Peresmian operasionalisasi koperasi secara serentak ini menjadi bagian dari agenda nasional dalam memperluas ekonomi berbasis kerakyatan di berbagai daerah.

Bagikan
Sumber: beritamanado.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks