WAREMBUNGAN — Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Manado menggelar Family Gathering ke-6 di Paroki Santo Petrus Warembungan, Sabtu (16/5/2026). Acara yang berlangsung hingga Minggu (17/5/2026) ini diikuti pegiat media dari puluhan paroki di Sulawesi Utara.
Dari Altar ke Layar: Adaptasi Pewartaan di Era Digital
Ketua Komisi Komsos Keuskupan Manado, Pastor Yohanes I Made Pantyasa Pr, menyebut ada pergeseran besar dalam cara gereja menyebarkan kabar baik. Jika dulu trennya dari altar ke pasar, kini harus berubah dari altar ke layar.
“Kita sekarang serba touch screen. Dari jari-jari kita inilah akan muncul karya-karya pewartaan,” ujar Pastor Made di hadapan peserta.
Family Gathering Lahir dari Kerinduan di Tengah Pandemi
Pastor Made menceritakan bahwa kegiatan ini bermula saat pandemi COVID-19 melanda. Saat pertemuan besar dilarang, para pegiat Komsos justru merasa terpanggil untuk tetap berkarya.
“Kami memulai ini karena rindu. Waktu COVID-19 kita dilarang membuat pertemuan besar, tapi masa kita harus berdiam diri? Sementara kita adalah pegiat Komsos yang mendokumentasi dan mempublikasikan kegiatan gereja,” kenangnya.
Awalnya hanya digelar di Paroki Santo Antonius de Padua Tataaran dengan peserta sangat terbatas. Kini konsepnya berkembang menjadi live-in atau menginap di rumah-rumah umat agar peserta punya lebih banyak waktu belajar dan menjalin persaudaraan.
Masih Ada 23 Paroki Belum Aktif Berkoordinasi
Meski trennya positif, Pastor Made mengakui masih ada pekerjaan rumah besar. Dari total 78 paroki di Keuskupan Manado, baru sekitar 55 paroki yang aktif berkoordinasi dalam media komunikasi.
“Berarti saya masih punya PR kurang lebih 30-an paroki. Spirit logo kita yang melingkupi pulau Sulawesi menggambarkan bahwa kita semua dirangkul di sini,” tegasnya.
Pembekalan dari Narasumber Nasional hingga Berbaur dengan Warga
Selama dua hari, para peserta mendapat materi dari narasumber tingkat nasional. Mereka juga didorong berbaur dengan masyarakat Warembungan sebagai bentuk implementasi komunikasi yang inklusif.
Acara dibuka resmi oleh Uskup Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC. Turut hadir Sekretaris Eksekutif Komsos KWI, Romo Agung Nugroho Pr, dan Pastor Paroki Santu Petrus Rasul Warembungan, Pastor Windy Tangkuman Pr, serta jajaran pemerintah setempat dan kepolisian.
Pastor Made berharap peserta pulang membawa bekal untuk karya pewartaan di paroki masing-masing. “Bukan untuk saya, tapi untuk kemuliaan nama Tuhan,” pungkasnya. (yos)