Pencarian

BMKG Deteksi Tiga Gelombang Atmosfer Ancam Sulawesi Utara, 11 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang hingga 17 Mei

Sabtu, 16 Mei 2026 • 15:05:26 WIB
BMKG Deteksi Tiga Gelombang Atmosfer Ancam Sulawesi Utara, 11 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang hingga 17 Mei
BMKG deteksi tiga gelombang atmosfer aktif yang tingkatkan potensi hujan lebat di Sulawesi Utara hingga 17 Mei.

MANADO — Bukan satu, melainkan tiga gelombang atmosfer dipastikan berkontribusi terhadap peningkatan curah hujan di Sulawesi Utara dalam sepekan ke depan. Koordinator Bidang Operasional BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Karina Husna, mengidentifikasi Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuatorial aktif secara simultan di wilayah tersebut.

"Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, serta peningkatan akumulasi curah hujan harian," kata Karina di Manado, Jumat.

Jadwal dan Wilayah Terdampak Setiap Hari

BMKG merilis peta sebaran yang berubah setiap hari. Pada Jumat (15/5), wilayah dengan risiko tertinggi meliputi Kota Bitung, Kota Tomohon, Kota Kotamobagu, serta Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, dan Bolaang Mongondow Timur.

Memasuki Sabtu (16/5), zona bahaya menyempit ke Kabupaten Minahasa, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Selatan, dan Kepulauan Sitaro. Pada hari terakhir peringatan, Minggu (17/5), tiga daerah masih harus waspada: Minahasa, Minahasa Selatan, dan Bolaang Mongondow Selatan.

Apa yang Memicu Hujan Ekstrem?

Karina menjelaskan, nilai anomali suhu permukaan laut di perairan sekitar Sulut berada pada rentang minus 2,0 hingga 2,0 derajat Celsius. Kondisi ini menambah pasokan massa uap air untuk pertumbuhan awan konvektif. Ditambah lagi, belokan angin dan konvergensi menyebabkan penumpukan uap air di atmosfer Sulawesi Utara.

"Gelombang Rossby Ekuatorial berkontribusi terhadap peningkatan labilitas udara di wilayah Sulawesi Utara," ujarnya. Labilitas lokal yang kuat ini mendukung pertumbuhan awan-awan hujan yang disertai kilat dan petir secara tiba-tiba.

Imbauan untuk Warga di Wilayah Rawan

BMKG mengingatkan masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan, bantaran sungai, dan area rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan. Akumulasi curah hujan harian yang tinggi dalam beberapa hari berturut-turut dapat memicu banjir bandang dan tanah longsor.

Warga di Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa, yang masuk daftar selama tiga hari berturut-turut, diminta tidak mengabaikan peringatan dini ini. Nelayan dan pelaku transportasi laut juga diimbau memantau tinggi gelombang yang dipengaruhi oleh anomali suhu permukaan laut dan pola angin di perairan Sulawesi Utara.

Bagikan
Sumber: manado.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks