BOLTIM — Kepengurusan baru Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur resmi terbentuk. Ny. Rosita Manoppo-Pobela SE MSi dilantik sebagai Ketua BKMT Boltim untuk melanjutkan sisa masa kepengurusan hingga tahun 2027.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan sarat nuansa religius. Acara ini merupakan tindak lanjut dari hasil Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) BKMT Boltim yang menetapkan Rosita sebagai nahkoda organisasi.
Program Prioritas: Dakwah hingga ke Pedalaman
Dalam sambutan perdananya, Rosita menegaskan bahwa BKMT harus hadir sebagai wadah pendidikan keagamaan dan pembinaan akhlak yang dirasakan langsung oleh masyarakat. “Program-program yang sempat tertunda akan kembali diaktifkan agar manfaat organisasi benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Salah satu fokus utama kepengurusan barunya adalah memperkuat pembinaan di setiap majelis taklim hingga ke pelosok desa. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas peran sosial BKMT sekaligus memperkuat kebersamaan antaranggota di Bolaang Mongondow Timur.
Sinergi dengan Pemerintah Daerah
Rosita juga menekankan pentingnya membangun sinergi dengan pemerintah daerah. Menurutnya, kerja sama ini krusial dalam mendukung pembangunan di bidang mental dan spiritual masyarakat Boltim.
Sejumlah tokoh daerah turut hadir dalam agenda pelantikan tersebut, termasuk Bupati Bolaang Mongondow Timur Oskar Manoppo SE MM. Kehadiran jajaran pengurus BKMT dari berbagai wilayah di Bolaang Mongondow Raya menambah semarak acara.
Apresiasi untuk Ketua BKMT Sulut
Di akhir sambutannya, Rosita memberikan apresiasi kepada Ketua BKMT Sulut, Yasti Soepredjo Mokoagow, yang dinilainya terus memberikan dukungan dan motivasi bagi pengurus daerah. Ucapan serupa juga disampaikan kepada Koordinator Wilayah Hj. Dra. Ulfa Paputungan MM serta para ketua BKMT se-Bolaang Mongondow Raya.
Rosita mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk menjalankan amanah organisasi dengan penuh keikhlasan dan semangat pengabdian kepada masyarakat. “BKMT harus mampu hadir di tengah masyarakat sebagai wadah silaturahmi, dakwah, dan pembinaan umat,” pungkasnya.* (Muklas)