Pencarian

25 Tahun Imamat Pastor Fanny Manengkey, Uskup Manado Pimpin Misa Syukur di Minahasa

Minggu, 10 Mei 2026 • 22:50:01 WIB
25 Tahun Imamat Pastor Fanny Manengkey, Uskup Manado Pimpin Misa Syukur di Minahasa
Uskup Manado memimpin misa syukur perayaan 25 tahun imamat Pastor Fanny Manengkey di Minahasa.

TONDANO — Pastor Fanny Stephanus Manengkey MSC menegaskan bahwa perjalanan 25 tahun imamatnya bukanlah sekadar pencapaian pribadi, melainkan bukti nyata kesetiaan Tuhan dalam setiap langkah pelayanan. Hal itu ia sampaikan di hadapan ratusan umat Katolik dalam misa syukur yang berlangsung di Kasuang Spiritual Center, Kecamatan Tondano Selatan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Misa syukur ini dipimpin langsung oleh Uskup Manado, Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC. Pastor Fanny, yang kini menjalankan tugas pelayanan di Jayapura, Papua, menyebut moto tahbisannya 'Bangunlah dan Berjalanlah' sebagai kekuatan utama dalam melewati berbagai dinamika pelayanan selama seperempat abad terakhir.

Refleksi 25 Tahun: Menjadi Imam Bukan Tentang Kesempurnaan

"Dalam perjalanan ini, saya belajar satu hal yang sangat penting bahwa menjadi imam bukanlah tentang menjadi sempurna, walaupun terkadang tuntutan hidup sebagai pengikut Kristus seakan-akan harus menjadi sempurna," ujar Pastor Fanny saat memberikan kesaksian usai prosesi misa.

Ia mengungkapkan bahwa jubah yang dikenakannya bukanlah simbol kehebatan pribadi, melainkan tanda kelemahan manusiawi yang dikuatkan oleh tangan Tuhan melalui pelayanan bersama umat. Baginya, setiap perjumpaan di berbagai paroki dan pelayanan sakramen menjadi sarana untuk belajar tentang ketulusan iman dari masyarakat.

Pastor Fanny juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada keluarga besarnya di Tataaran yang menjadi tempat persemaian awal panggilannya. Ia memohon dukungan doa agar tetap rendah hati dan bersemangat dalam mewartakan kasih Tuhan pada tahun-tahun mendatang.

Kilas Balik Pentahbisan: Perjalanan dari Roma ke Tataaran

Suasana haru mewarnai homili yang disampaikan oleh Pastor Jance Mangkey MSC. Ia menceritakan kembali momen 25 tahun silam ketika dirinya menempuh perjalanan jauh dari Roma, Italia, demi menghadiri pentahbisan Pastor Fanny sebagai salah satu putra terbaik dari wilayah Tataaran.

"Saya masih bertugas di Roma saat itu, tapi karena ada putra Tataaran yang akan ditahbiskan sebagai imam, maka saya pulang ke Indonesia. Hari ini, 25 tahun kemudian, saya datang lagi untuk merayakan kesetiaan Pastor Fanny dalam panggilannya," kenang Pastor Jance.

Dalam khotbahnya, Pastor Jance memaparkan esensi panggilan hidup membiara yang menuntut semangat melayani tanpa henti. Ia memuji konsistensi Pastor Fanny yang mampu bertahan dan terus berkarya di tengah berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks.

Kehadiran Tokoh Pemerintah dan Umat Lintas Daerah

Perayaan perak imamat ini dihadiri oleh umat dari Paroki Santu Antonius de Padua Tataaran serta tamu undangan yang datang dari Makassar hingga Papua. Sejumlah pastor senior seperti Pastor Alo Koraag Pr dan Pastor Dismas Saletia Pr turut mendampingi Uskup dalam perayaan ekaristi tersebut.

Dari jajaran pemerintahan, hadir Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa. Kehadiran Dandim Minahasa serta tokoh masyarakat setempat mempertegas dukungan terhadap peran tokoh agama dalam pembangunan karakter masyarakat di daerah.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 Wita ini berlangsung khidmat di kompleks Kasuang yang dikenal sebagai pusat spiritualitas di Minahasa. Momentum ini sekaligus menjadi ajang reuni bagi para imam putra daerah yang kini bertugas di berbagai wilayah di Indonesia.

Bagikan
Sumber: detikmanado.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks