KOTAMOBAGU — Aparat kepolisian memperketat pengamanan di wilayah hukum Polres Kotamobagu menyusul kedatangan Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin. Fokus pengamanan dipusatkan di Lapangan Aruman Jaya, Kelurahan Motoboi Kecil, yang menjadi titik utama pendaratan helikopter rombongan Menhan pada Jumat (8/5/2026).
Kapolres Kotamobagu AKBP Irwanto turun langsung ke lapangan untuk memimpin personel dalam menyisir area sebelum rombongan tiba. Bersama jajaran Forkopimda, Irwanto memastikan setiap sudut lokasi dalam kondisi steril guna mendukung stabilitas keamanan selama kunjungan pejabat negara berlangsung di daerah tersebut.
Personel Disiagakan pada Sejumlah Titik Strategis
Langkah antisipasi dilakukan dengan menempatkan personel kepolisian di berbagai posisi krusial, mulai dari jalur perlintasan hingga ring utama di lokasi kegiatan. AKBP Irwanto menegaskan bahwa pengerahan kekuatan ini bertujuan untuk memitigasi segala potensi hambatan yang dapat mengganggu jalannya agenda Menhan di Kotamobagu.
“Kami telah menyiagakan personel di berbagai posisi strategis. Fokus kami adalah memastikan seluruh rangkaian agenda Bapak Menhan berjalan mulus tanpa hambatan. Sinergitas TNI-Polri di lapangan adalah harga mati,” ujar AKBP Irwanto saat memantau situasi di Lapangan Aruman Jaya.
Kehadiran Kapolres di garis depan penyambutan ini menjadi sinyal keseriusan institusi kepolisian dalam menjaga martabat daerah saat menerima tamu negara. Pengamanan dilakukan secara disiplin dan profesional dengan melibatkan koordinasi lintas sektoral yang intensif.
Apresiasi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Terhadap Kesiapan Aparat
Kedisiplinan petugas di lapangan mendapat respons positif dari Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin. Menhan menyampaikan apresiasi atas kesiapan aparat keamanan serta sambutan hangat dari unsur pimpinan daerah di Kota Kotamobagu yang dinilai sangat baik dalam mengelola protokoler kenegaraan.
Menurut AKBP Irwanto, keberhasilan pengamanan ini merupakan buah dari komunikasi yang efektif antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah. Ia menilai sinergitas antarinstansi menjadi variabel kunci agar situasi tetap kondusif selama kegiatan nasional berlangsung di wilayah Sulawesi Utara.
Hingga rombongan Menteri Pertahanan meninggalkan lokasi, situasi di Kelurahan Motoboi Kecil dilaporkan tetap aman dan tertib. Seluruh rangkaian agenda kementerian dapat terlaksana sesuai jadwal berkat koordinasi matang yang telah dipersiapkan sejak beberapa hari sebelumnya.