MIANGAS — Pemerintah pusat segera melakukan revitalisasi besar-besaran terhadap seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang tersebar di pelosok tanah air. Keputusan ini ditegaskan Presiden Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan kerja di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu.
Presiden menyatakan bahwa pembenahan infrastruktur kesehatan menjadi prioritas utama untuk memastikan warga di daerah terluar mendapatkan pelayanan medis yang setara. Miangas menjadi titik awal evaluasi pemerintah dalam memetakan kebutuhan fasilitas kesehatan di wilayah perbatasan.
Puskesmas di Perbatasan Belum Direnovasi Sejak Era Soeharto
Dalam tinjauan langsung ke lapangan, Presiden Prabowo mendapati fakta bahwa sejumlah fasilitas kesehatan di Miangas sudah sangat tertinggal. Kondisi fisik bangunan dan peralatan medis dinilai memerlukan pembaruan mendesak agar bisa berfungsi optimal melayani masyarakat.
"Saya tadi lihat beberapa tempat puskesmas, Menteri Kesehatan tadi bisik-bisik ke saya, sekian tahun sejak zaman Pak Harto (Presiden Soeharto), puskesmas belum pernah diperbaiki. Kita perbaiki semua puskesmas di Indonesia, segera," kata Presiden Prabowo.
Pemerintah menargetkan revitalisasi ini tidak hanya menyasar perbaikan fisik bangunan. Fokus utama juga mencakup pemenuhan alat kesehatan dan tenaga medis yang memadai agar standar pelayanan kesehatan di desa-desa terpencil bisa menyamai wilayah perkotaan.
Pembangunan Desa Nelayan Merah Putih dan Digitalisasi Sekolah
Selain sektor kesehatan, kunjungan kerja di ujung utara Indonesia ini juga membawa rencana pembangunan infrastruktur ekonomi bagi masyarakat lokal. Pemerintah dalam waktu dekat akan membangun Desa atau Kampung Nelayan Merah Putih di wilayah Miangas.
Proyek ini mencakup penyediaan armada kapal nelayan yang lebih modern serta pembangunan gudang pendingin (cold storage). Fasilitas tersebut diharapkan mampu menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan setempat dan meningkatkan nilai ekonomi produk perikanan di Kepulauan Talaud.
Sektor pendidikan juga mendapatkan perhatian melalui rencana revitalisasi bangunan sekolah. Presiden menjanjikan penyediaan fasilitas penunjang berupa panel pembelajaran digital, perangkat telekomunikasi, hingga akses internet gratis untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di pulau terluar.
"Akhirnya bersyukur, saya dapat lihat kondisi semuanya dan mudah-mudahan kita segera akan memperbaiki," ujar Presiden Prabowo menutup keterangannya.