TOMOHON — Patta Helena kini resmi memimpin Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Manado. Prosesi serah terima jabatan (sertijab) berlangsung khidmat di Aula Lapas Perempuan Manado, Tomohon, pada Senin (4/5/2026).
Plh Kalapas Veisy Imelda Opit menyerahkan tugas dan tanggung jawab kepemimpinan kepada Patta Helena di hadapan seluruh jajaran pegawai. Agenda ini disaksikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Utara, Haposan Silalahi.
Penyegaran Organisasi dan Penguatan Kinerja Lapas
Haposan Silalahi menegaskan bahwa mutasi kepemimpinan merupakan dinamika organisasi yang lazim dilakukan di lingkungan Kemenkumham. Langkah ini bertujuan untuk penyegaran personel sekaligus memacu peningkatan kinerja di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Haposan berharap kepemimpinan baru dapat membawa perubahan positif, terutama dalam hal transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik.
"Pergantian kepemimpinan bertujuan untuk penyegaran serta peningkatan kinerja. Saya berharap pergantian ini membuat kinerja organisasi semakin optimal dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Haposan.
Komitmen Patta Helena Terkait Integritas Pegawai
Sebagai nahkoda baru, Patta Helena menyatakan komitmennya untuk melanjutkan program kerja yang sudah berjalan. Ia menekankan pentingnya disiplin dan menjaga kekompakan tim dalam menjalankan fungsi pemasyarakatan sehari-hari.
Patta meminta seluruh jajaran untuk bersinergi dan menjaga marwah instansi melalui kerja-kerja yang berintegritas tinggi.
"Saya mohon dukungan dari seluruh jajaran agar kita dapat bekerja sama dengan penuh tanggung jawab. Disiplin, integritas, dan semangat kebersamaan sangat penting. Mari kita saling mendukung untuk memberikan pelayanan terbaik sesuai tugas dan fungsi masing-masing," ungkap Patta.
Instruksi Khusus: Menjaga Estetika Lingkungan Lapas
Dalam arahannya, Haposan Silalahi memberikan instruksi spesifik mengenai pemeliharaan lingkungan kerja. Mengingat institusi tersebut merupakan Lapas Perempuan, ia mendorong jajaran untuk menciptakan suasana yang asri, bersih, dan nyaman bagi warga binaan maupun petugas.
Aspek estetika dinilai mampu memberikan dampak psikologis positif dalam proses pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan.
"Lapas Perempuan identik dengan kecantikan, untuk itu diharapkan agar seluruh jajaran Lapas Perempuan Manado senantiasa menjaga kebersihan dan keindahan di lingkungan Lapas, dimulai dengan menanam bunga," tutur Haposan.
Sebelumnya, Veisy Imelda Opit menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh jajaran selama dirinya menjabat sebagai pelaksana harian. Ia berharap soliditas pegawai tetap terjaga erat di bawah kepemimpinan Kalapas yang baru untuk mencapai target-target organisasi kedepan.