Pencarian

RSUP Kandou Manado Operasikan Fasilitas PACU 24 Jam Perkuat Layanan Bedah

Selasa, 05 Mei 2026 • 13:52:38 WIB
RSUP Kandou Manado Operasikan Fasilitas PACU 24 Jam Perkuat Layanan Bedah
Direktur RSUP Kandou meresmikan fasilitas PACU 24 jam untuk meningkatkan layanan bedah.

MANADO — RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou terus mempercepat peningkatan kualitas layanan kesehatan dengan menghadirkan fasilitas terbaru di Instalasi Bedah Sentral (IBS). Rumah sakit rujukan utama di Indonesia Timur ini kini menyiagakan Ruangan Observasi Post Anesthesia Care Unit (PACU) selama 24 jam penuh.

Peresmian fasilitas tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Utama RSUP Kandou, Prof. Dr. dr. Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, pada Senin (4/5/2026). Operasional ruangan ini diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Pdt. Marten Sendouw, M.Th, sebelum resmi melayani masyarakat luas.

Fungsi Strategis Ruang PACU bagi Pasien Bedah

Kehadiran ruang PACU menjadi bagian penting dalam protokol medis pasca-tindakan bedah. Fasilitas ini berfungsi sebagai area transisi untuk memantau kondisi vital pasien secara intensif sebelum dipindahkan ke ruang perawatan biasa atau ruang intensif lainnya.

“Ruangan ini berfungsi sebagai fasilitas semi-ICU yang memegang peran krusial dalam memantau kondisi pasien pasca-operasi. Ini adalah wujud komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan yang optimal,” ujar Prof. Starry Rampengan saat memberikan sambutan di lokasi peresmian.

Dengan beroperasinya fasilitas ini selama 24 jam, RSUP Kandou menjamin pengawasan pasien tidak terputus, terutama bagi mereka yang menjalani operasi darurat pada malam hari. Standar keamanan pasien menjadi prioritas utama guna meminimalisir risiko komplikasi setelah pengaruh anestesi berakhir.

Transformasi Layanan Kesehatan di Indonesia Timur

Sebagai garda terdepan kesehatan di Sulawesi Utara, RSUP Kandou dituntut terus berinovasi mengikuti perkembangan teknologi medis. Namun, Prof. Starry mengingatkan jajarannya bahwa pembaruan alat dan gedung harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang mumpuni.

Ia menekankan pentingnya aspek empati dalam setiap interaksi dengan pasien. Modernisasi fasilitas tidak akan mencapai hasil maksimal tanpa adanya semangat pengabdian yang tulus dari seluruh tenaga medis dan staf rumah sakit.

“Pelayanan yang kita lakukan bukan semata untuk manusia, tetapi sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan. RSUP Kandou harus terus berbenah demi memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.

Langkah strategis ini diharapkan mampu menjawab tingginya kebutuhan masyarakat akan layanan bedah yang berkualitas tinggi. Kini, proses transisi dari meja operasi menuju tahap pemulihan di RSUP Kandou diklaim menjadi lebih aman, terukur, dan sesuai dengan standar internasional.

Bagikan
Sumber: beritamanado.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks