BOLMONG — Kodim 1303/Bolmong bersama masyarakat Desa Lolayan berhasil merampungkan pembangunan Jembatan Beton Garuda di Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Proyek infrastruktur ini tuntas 100 persen pada Minggu (3/5/2026) sebagai upaya memutus isolasi akses perkebunan warga.
Jembatan berdimensi 6 x 2 meter tersebut kini menjadi urat nadi baru bagi mobilitas petani setempat. Sebelumnya, warga kerap mengeluhkan sulitnya akses transportasi saat hendak mengangkut hasil bumi dari area perkebunan menuju pemukiman atau pasar.
Keterbatasan akses fisik ini selama bertahun-tahun menjadi kendala utama yang menghambat produktivitas pertanian di wilayah Lolayan. Kehadiran jembatan beton permanen tersebut diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh dan biaya logistik para petani.
Memutus Kendala Distribusi Hasil Tani di Lolayan
Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus SIP, menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan langkah konkret TNI dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Infrastruktur yang memadai menjadi kunci utama agar hasil pertanian tidak tertahan di lahan produksi.
"Pembangunan Jembatan ini merupakan salah satu upaya nyata untuk melancarkan perekonomian masyarakat setempat, khususnya dalam mempermudah akses distribusi hasil pertanian," ujar Mayjen TNI Mirza Agus, Minggu (3/5/2026).
Pihak Kodam XIII/Merdeka menilai, kelancaran arus barang dari perkebunan akan berdampak langsung pada stabilitas harga dan pendapatan rumah tangga petani. Dengan jembatan beton yang kokoh, kendaraan pengangkut kini dapat melintas tanpa khawatir kendala cuaca atau kondisi jalan yang labil.
Implementasi Kebijakan Infrastruktur Desa Presiden Prabowo
Proyek Jembatan Beton Garuda ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari implementasi kebijakan strategis tingkat nasional. Program ini selaras dengan instruksi Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto, terkait penguatan infrastruktur pedesaan.
Kapendam XIII/Merdeka, Kolonel Kav Sofyan, menjelaskan bahwa keterlibatan personel Kodim 1303/Bolmong dalam proyek ini menunjukkan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Proses pengerjaan dilakukan secara gotong royong untuk mempercepat penyelesaian target di lapangan.
"Melalui semangat gotong royong, TNI dalam hal ini personel Kodim 1303/Bolmong hadir untuk membantu mengatasi kesulitan rakyat dan mendukung percepatan pembangunan di daerah," ungkap Kolonel Kav Sofyan.
Kolaborasi antara prajurit teritorial dan warga desa ini juga bertujuan mempererat ikatan sosial. Partisipasi aktif masyarakat memastikan adanya rasa memiliki terhadap infrastruktur yang telah dibangun, sehingga aspek perawatan ke depan diharapkan lebih terjaga.
Bagaimana Dampak Ekonomi Jembatan Beton Garuda?
Keberadaan jembatan ini diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Lolayan. Dengan akses yang terbuka lebar, potensi perluasan lahan tanam atau diversifikasi komoditas pertanian menjadi lebih memungkinkan bagi warga desa.
Pemerintah daerah dan otoritas militer setempat berharap mobilitas yang lebih lancar akan merangsang aktivitas ekonomi lainnya di sekitar lokasi pembangunan. Sektor jasa transportasi dan perdagangan skala kecil biasanya akan tumbuh seiring dengan membaiknya konektivitas antarwilayah.
Kini, warga Desa Lolayan tidak lagi harus bertaruh dengan risiko kerusakan kendaraan atau keterlambatan pengiriman hasil panen. Rampungnya Jembatan Beton Garuda menjadi simbol kemajuan infrastruktur di pelosok Bolaang Mongondow yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.