Bupati Joune Ganda Ikuti Monev Inflasi Kemendagri, Cabai Rawit Jadi Pemicu Utama di Minahasa Utara

Penulis: Dedi Supriadi  •  Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:32:01 WIB
Bupati Joune Ganda mengikuti rapat monitoring dan evaluasi inflasi Kemendagri secara daring, Selasa (27/10/2026).

MINAHASA UTARA — Rapat berlangsung mulai pukul 13.00 WIB melalui Zoom Meeting, digelar atas undangan Inspektorat Jenderal Kemendagri lewat surat Nomor 500.2.5/5109/IJ tertanggal 27 Oktober 2026. Agenda ini menindaklanjuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah pada 26 Oktober 2026 serta rilis data inflasi September 2026.

Rapat dipimpin Wakil Menteri Dalam Negeri III dan dihadiri sejumlah kepala daerah, termasuk Gubernur Sulawesi Utara, Bupati Minahasa Selatan, Wali Kota Manado, dan Wali Kota Kotamobagu. Keikutsertaan Joune Ganda disebut sebagai bagian dari upaya Pemkab Minut menjaga koordinasi dengan pemerintah pusat soal pengendalian inflasi.

Cabai Rawit Dorong Inflasi Bulanan dan Tahunan

Kepala Bagian Perekonomian Setda Minut Joice Katuuk menyatakan pihaknya mencatat dinamika harga kebutuhan pokok yang menjadi perhatian serius. Menurut data perkembangan inflasi September 2026, cabai rawit masih menjadi andil terbesar dalam mendorong inflasi, baik secara bulanan (month-to-month) maupun tahunan (year-on-year).

"Berdasarkan data perkembangan inflasi September 2026, kita melihat adanya dinamika harga kebutuhan pokok yang menjadi perhatian serius bersama. Tercatat bahwa komoditas seperti cabai rawit masih menjadi andil terbesar dalam mendorong inflasi, baik secara bulanan (month-to-month) maupun tahunan (year-on-year)," ucap Katuuk.

Bawang Merah hingga Tarif Angkutan Udara Bantu Tahan Laju Inflasi

Di sisi lain, sejumlah komoditas tercatat menahan laju inflasi. Penurunan tarif angkutan udara, bawang merah, daun bawang, serta beras memberi ruang bagi Pemkab Minut untuk menekan gejolak harga.

Katuuk menyebut pemerintah kabupaten akan mengambil langkah strategis melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Operasi pasar akan dioptimalkan, disertai dorongan terhadap produktivitas petani lokal agar gejolak harga pangan dapat diredam.

"Pemerintah Kabupaten Minut akan terus mengambil langkah strategis melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), mengoptimalkan operasi pasar, serta mendorong produktivitas petani lokal. Semua itu dilakukan agar gejolak harga pangan dapat diredam demi kesejahteraan masyarakat Minahasa Utara. Bahkan ada upaya lain bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), yakni Gerakan ASN Menanam," ujarnya.

Gerakan ASN Menanam Jadi Langkah Tambahan

Program Gerakan ASN Menanam menyasar kalangan aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Minut. Langkah itu melengkapi operasi pasar dan penguatan produksi petani lokal yang sudah berjalan di bawah koordinasi TPID.

Melalui forum monev, perkembangan inflasi daerah menjadi perhatian bersama, terutama untuk memantau pergerakan harga dan mengevaluasi langkah pengendalian sesuai kondisi masing-masing wilayah. Pemkab Minut menempatkan koordinasi dengan pemerintah pusat sebagai bagian dari komitmen menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: petasulut.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top