SULAWESI UTARA — Perusahaan di balik generator musik AI Suno mengumumkan peluncuran model v6 yang lebih cepat, lebih kreatif, dan dilengkapi mode "wild" yang tak terduga. Model ini dilatih "dari nol menggunakan data berlisensi dari mitra kami, data pengguna, dan akumulasi pembelajaran sebelumnya," ujar Jack Brody, Chief Product Officer Suno, kepada Rolling Stone.
Kemitraan ini berakar dari kesepakatan November lalu, saat WMG resmi mencabut gugatan pelanggaran hak cipta terhadap Suno. Nilai finansial kesepakatan tidak diungkapkan, begitu pula jumlah lagu yang diserahkan WMG untuk melatih model AI tersebut.
Pertanyaan soal persetujuan artis pun mengemuka. WMG menaungi musisi besar seperti Miley Cyrus dan Don Toliver. "Data yang diberikan WMG adalah proses mereka sendiri. Kami tidak terlibat dalam memutuskan musik apa yang mereka serahkan kepada kami," kata Brody. Perusahaan enggan mengungkap apakah artis memiliki opsi keluar dari program ini.
Fase berikutnya dari kemitraan ini akan memungkinkan pengguna Suno bekerja langsung dengan lagu-lagu yang sudah ada, melakukan remix dan reinterpretasi. Berbeda dengan pelatihan model, fitur ini hanya mencakup artis yang memilih ikut serta (opt-in).
"Cara yang salah untuk memikirkan kemitraan ini adalah sebagai keinginan melisensikan data untuk model kami," tegas Brody. "Kemitraan ini sebenarnya tentang membangun produk baru di masa depan." Spotify sebelumnya juga mengumumkan proyek serupa yang tengah dikembangkan.
Universal Music Group dan Sony Music masih melanjutkan gugatan mereka terhadap Suno. Keduanya sempat berupaya memaksa Suno menyerahkan detail kontrak dengan WMG. Brody menyebut "belum ada yang bisa dibagikan" soal potensi negosiasi damai dengan kedua label tersebut.
Di pengadilan, Suno sebelumnya mengakui bahwa model lama dilatih menggunakan hampir semua musik berkualitas yang ditemukan di web terbuka, dengan pembelaan fair use. Model lama tersebut kini dimatikan, meski pengguna masih bisa mengakses lagu yang pernah dibuat dan mengolahnya ulang dengan model baru.
Suno terus menambah musik berlisensi ke data pelatihannya. BMG menandatangani kesepakatan lisensi pada Agustus, sementara Believe—pemilik platform distribusi TuneCore—bermitra pada Selasa lalu. Kesepakatan ini membuka pintu bagi artis indie TuneCore yang "berpartisipasi" untuk bergabung.
Pada awal September, Suno menambahkan watermark audio agar lagu ciptaan AI bisa diidentifikasi di luar platform, serta menetapkan batas unduhan bulanan untuk mencegah pembanjiran layanan streaming dengan lagu AI. Perusahaan ini mengumpulkan dana US$400 juta pada Juni dengan valuasi US$5,4 miliar—lebih dari dua kali lipat dari putaran sebelumnya—saat hampir 100 juta orang telah membuat musik di platform tersebut.
Brody berargumen bahwa model v6 membuktikan Suno bisa memperluas bisnis musik yang ada, bukan merusaknya. "Orang yang tidak pernah membuat musik mulai membayar Suno, bukan berarti mereka berhenti membayar Spotify," katanya. "Mereka membayar dua layanan musik sekarang. Kue ini terus tumbuh, dan hari ini menandai momen kami mulai mewujudkan apa yang selalu kami perjuangkan: menumbuhkan kue sedemikian rupa sehingga semua orang diuntungkan."