Neros Menangi Kontrak Drone FPV US$500 Juta dari Angkatan Darat AS, Target Produksi 1 Juta Unit per Tahun

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Selasa, 21 Juli 2026 | 08:33:31 WIB
Neros Technologies memenangkan kontrak pengiriman drone serang FPV Archer senilai US$500 juta dari Angkatan Darat Amerika Serikat.

SULAWESI UTARA — Neros Technologies, startup yang didirikan oleh mantan juara drone racing remaja Soren Monroe-Anderson dan Olaf Hichwa pada 2023, baru saja memenangkan kontrak pengiriman tanpa batas (indefinite-delivery) dari Angkatan Darat AS. Nilainya mencapai US$500 juta untuk drone serang FPV Archer. Kabar ini menandai langkah besar Pentagon dalam mengadopsi drone murah yang bisa dikorbankan (attritable) sebagai senjata utama di medan perang modern.

Spesifikasi Drone Archer

Drone Archer adalah quadcopter 8 inci yang mampu membawa muatan seberat 4,5 pon (sekitar 2 kg) hingga jarak lebih dari 12 mil (sekitar 19 km). Yang membedakan Archer dari drone FPV lain di pasaran adalah komponennya yang sepenuhnya bebas dari buatan China. Hal ini membuatnya masuk dalam daftar Blue UAS yang disetujui Pentagon, dan bahkan membuat Neros mendapat sanksi dari China.

Rekam Jejak di Ukraina

Neros bukan pendatang baru di dunia drone tempur. Startup ini telah mengirimkan puluhan ribu unit Archer ke Ukraina dalam dua tahun terakhir, dengan pengiriman bulanan mencapai lebih dari seribu unit. Mereka bahkan memiliki kantor di Kyiv untuk mendukung upaya perang Ukraina. Di sana, Archer menjadi alternatif utama bagi drone murah buatan China yang mendominasi pasar.

Kontrak dan Target Produksi Raksasa

Kontrak ini berasal dari program Purpose-Built Attritable Systems (PBAS) Angkatan Darat AS, yang pada November lalu memilih Neros sebagai salah satu dari tiga produsen utama. Program ini bertujuan untuk mendorong penggunaan drone FPV modular hingga ke tingkat peleton. Saat ini, Angkatan Darat AS berencana meningkatkan pembelian drone tahunan dari sekitar 50.000 unit menjadi setidaknya 1 juta unit dalam dua tahun ke depan.

Untuk memenuhi lonjakan permintaan itu, Neros menyiapkan pabrik raksasa seluas 250.000 kaki persegi di Los Angeles, yang disebut Project Millennium. Fasilitas ini 100 kali lebih besar dari tempat produksi sebelumnya. Targetnya: memproduksi 1 juta drone per tahun pada 2028. Jika tercapai, kapasitas produksi drone AS akan meningkat sepuluh kali lipat dari perkiraan saat ini yang hanya sekitar 100.000 unit per tahun.

Harga dan Tantangan ke Depan

Meski ambisius, Neros masih menghadapi tantangan harga. Pentagon menginginkan drone FPV dengan biaya sekitar US$5.000 per unit, namun sebagian besar drone buatan AS saat ini masih jauh dari angka tersebut. Inisiatif Drone Dominance Pentagon senilai US$1,1 miliar yang menargetkan pengadaan 300.000 drone murah pada akhir 2027 pun masih terbentur masalah biaya produksi.

Meski begitu, kontrak senilai US$500 juta ini menjadi bukti bahwa Pentagon serius beralih ke drone murah dan sekali pakai sebagai tulang punggung pertempuran darat modern. Neros, yang memulai perjalanannya dari 30 drone buatan basement yang dikirim langsung ke Ukraina untuk diuji, kini menjadi pemain kunci dalam rantai pasok militer AS.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: techradar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top